Benny Tjokro Laporkan Dirut Jiwasraya ke Polisi atas Dugaan Fitnah

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Yuliawati

24/2/2020, 18.20 WIB

Direktur Jiwasraya Hexana dianggap menyebarkan fitnah saat RDP dengan DPR.

Jiwasraya, Benny Tjokro
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Komisaris PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro (kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya berbuntut laporan dugaan fitnah di kepolisian. Tersangka dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro, melaporkan Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko karena menyebutkan kerugian negara dari investasi Jiwasraya melalui Benny Tjokro mencapai Rp 13 triliun.

Hexana menyampaikan informasi itu saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI di DPR pada Rabu (19/2). "Kami telah melaporkan Hexana ke Polda Metro Jaya karena dia memfitnah kerugian akibat klien kami mencapai Rp 13 triliun," kata kuasa hukum Benny Tjokro, Muchtar Arifin, saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (24/2).

(Baca: Investasi Jiwasraya pada Saham Benny Tjokro dan Heru Hidayat Rp 13 T)

Muchtar menyatakan, laporan polisi tersebut atas permintaan Benny Tjokro pada hari ini dengan nomor surat LP/1250/II/YAN.2.5/2020/SPKT. "Pak Benny yang meminta kepada kami, sekarang laporannya sudah diterima tinggal menunggu pemanggilan," kata dia.

Sebelumnya Hexana menyebutkan investasi Jiwasraya pada saham-saham milik Benny Tjokro dan Heru Hidayat masing-masing mencapai Rp 13 triliun. "Investasi Jiwasraya ke saham terafiliasi (dengan keduanya) sekitar Rp 13 triliun," kata Hexana.

(Baca: Jiwasraya Bakal Beberkan Cara Bayar Klaim Nasabah ke DPR Pekan Depan)

Saat ini perusahaan asuransi jiwa pelat merah tersebut diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK mengaudit investigasi pada investasi Jiwasraya atas permintaan kejaksaan. "Sekarang lagi dihitung oleh BPK," kata Hexana.

Sebelumnya Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna mengatakan, saat ini lembaga audit negara tersebut sudah memegang 60% data terkait identifikasi fraud dan akan mengumkan hasilnya pada akhir Februari.

(Baca: Perusahaan Bentjok Akan Bayar Utang Individu dengan Konversi ke Saham)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan