Jokowi Bantah Insentif Pariwisata Tambah Risiko Penyebaran Corona

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Agustiyanti

2/3/2020, 13.34 WIB

Jokowi menegaskan insentif yang diberikan bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan dari negara yang tak menjadi episentrum virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah menggelontorkan insentif senilai Rp 4,7 triliun guna menggeliatkan pariwisata yang tengah lesu akibat penyebaran virus corona. Presiden Joko Widodo membantah insentif tersebut meningkatkan risiko penyebaran covid-19 di Tanah Air. 

"Itu berbeda," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3).

Ia mejelaskan, insentif tersebut diberikan agar kondisi ekonomi tetap baik, meski virus corona tengah mewabah. Insentif tersebut ditujukan untuk meningkatkan kinjungan dari negara yang diperkirakan tak menjadi episentrum penyakit tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Insentif tersebut diberikan bagi wisatawan yang negaranya rendah risiko penyebaran virus corona. "Kami sudah punya protokol untuk  itu," kata Airlangga.

(Baca: Jokowi Nyatakan 2 WNI di Indonesia Positif Virus Corona)

Lebih lanjut, insentif sebenarnya ditujukan untuk mendorong wisatawan dalam negeri berpelesir. Pemerintah pun mendorong kementerian/lembaga melakukan wisata Meeting, Incentive, Conference, Exhibition atau MICE ke berbagai destinasi wisata.

"Jadi itu yang untuk menunjang industri pariwisata," kata Airlangga.

Sebelumnya, pemerintah menyebut akan menggelontorkan insentif fiskal senilai Rp 4,7 triliun untuk menyelamatkan pariwisata yang terancam dampak virus corona. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, insentif senilai Rp 298,5 miliar antara lain diberikan untuk mendorong wisatawan mancanegara ke destinasi dalam negeri. 

 "Ini dalam rangka datangkan wisatawan asing ke dalam negeri," kata Sri Mulyani

(Baca: Menkes: 2 WNI Positif Virus Corona Diisolasi di RS Sulianti Saroso)

Perincian insentif tersebut dapat dilihat dalam databoks di bawah ini. Untuk mendorong wisatawan domestik, pemerintah juga memberikan insentif bagi maskapai sebesar Rp 443,39 miliar. Fasilitas itu diberikan dalam bentuk diskon 30% untuk 25% kursi per pesawat yang menuju sepuluh destinasi wisata, antara lain Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

Pemerintah tidak akan memungut pajak hotel dan restoran di 10 destinasi pariwisata tersebut selama enam bulan. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan kompensasi kepada pemerintah daerah berupa hibah. "Kami perkirakan Rp 3,3 triliun dari pajak daerah ini akan kami bayarkan agar daerah tidak memungut pajak hotel restoran," kata Sri Mulyani.

(Baca: Obral Tiket Pesawat Imbas Corona, Jakarta-Yogyakarta Mulai Rp 300 Ribu)

Pemerintah juga akan mengalihkan dana alokasi khusus fisik pariwisata sebesar Rp 147 miliar dalam APBN menjadi hibah ke daerah. Dengan demikian pemerintah daerah bisa memacu pariwisata lokalnya.

Selain itu, PT Pertamina akan memberikan insentif untuk avtur sebesar Rp 265,6 miliar selama tiga bulan. PT Angkasa Pura I dan II akan memberikan pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara atau PJP2U sebesar 256 miliar selama tiga bulan untuk 10 destinasi wisata.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan