Permintaan Membeludak, Pemerintah Akan Larang Ekspor Masker

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agung Jatmiko

13/3/2020, 13.22 WIB

Pemerintah akan menerbitkan aturan larangan ekspor masker untuk sementara waktu, demi menjamin kebutuhan di dalam negeri.

Sejumlah anak memakai masker yang diberikan petugas KAI di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020). PT. KAI melakukan sosialisasi pencegahan virus corona serta pembagian masker dan hand sanitazer kepada penumpang guna mencegah penyebaran viru
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Sejumlah anak memakai masker yang diberikan petugas KAI di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020). PT. KAI melakukan sosialisasi pencegahan virus corona serta pembagian masker dan hand sanitazer kepada penumpang guna mencegah penyebaran virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Guna menjamin kebutuhan masker di dalam negeri, pemerintah akan mengeluarkan aturan larangan ekspor masker untuk sementara waktu. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menjelaskan, masa berlaku aturan yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat ini bergantung pada kebutuhan di dalam negeri.

"Aturan itu nanti disesuaikan sampai kebutuhan masker dalam negeri cukup atau ada stok yang berlebih," ujar Agus di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3).

Sebelumnya, Mendag juga meminta seluruh pihak tidak menimbun masker dan menjual dengan harga yang tidak wajar, harga jual masker menurutnya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan biaya produksi.

Bagi penimbun masker, pemerintah akan memberikan sanksi, sebagaimana diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 secara tegas melarang kegiatan menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang.

(Baca: Sri Mulyani Siap Gelontorkan Rp 1 T untuk Pencegahan Corona)

Bagi yang melanggar akan dipidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda maksimal Rp 50 miliar. "Ini sudah ada penindakan," ujar Agus.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adisaputra menyatakan Kepolisian telah mengusut dan menertibkan penimbun masker dan hand sanitizer, secara serentak di berbagai wilayah. "Ini perintah Pak Presiden Jokowi," ungkap Asep.

Beberapa kasus penimbunan masker yang berhasil diungkap di antaranya, 240 dus masker berisi 600 ribu lembar di gudang di Tangerang. Pemilik timbunan masker, H dan W, rencananya mengirim produk itu ke luar negeri dan mengaku sudah tiga kali mengirim masker ke negara lain.

Polisi juga menggerebek penyimpanan 350 dus masker berbagai merek di apartemen kawasan Tanjung Duren, Grogol Petamburan. Seorang mahasiswi berinisial TFH (19 tahun) diketahui telah menimbun masker selama sebulan sejak awal virus corona merebak di Wuhan, Tiongkok. Iia menjual melalui media sosial seharga Rp 300.000-Rp 350.000 per kotak berisi 50 lembar.

(Baca: Pemerintah Mengaku Hanya Bisa Buka Sebagian Informasi Korban Corona)

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan