Harga Emas Dunia Anjlok, Logam Mulia Antam Turun Rp 18 Ribu per Gram

Penulis: Ratna Iskana

17/3/2020, 09.02 WIB

Harga emas turun karena aksi jual investor untuk mendapatkan dana tunai. Hal itu dipengaruhi turunnya pasar global setelah virus corona.

harga emas, virus corona
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Ilustrasi, emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas Antam pada Selasa (17/3) turun Rp 18 ribu menjadi Rp 801 ribu per gram. Hal itu dipengaruhi anjloknya pasar global imbas virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Aksi pelaku pasar menjual aset karena pandemi virus corona membuat harga logam mulia anjlok. Harga emas bahkan berada di bawah harga rata-rata dalam 200 hari terakhir dan mengindikasikan sinyal tren turun.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (17/3) pukul 07.09 WIB, harga emas di pasar spot turun US$ 5,97 menjadi US$ 1.508,13 per ounce. Sedangkan harga emas Antam pada hari ini turun Rp 18 ribu menjadi Rp 801 ribu per gram.

Sedangkan harga jual kembali emas Antam di Butik Pulo Gadung pada hari ini pukul 08.29 WIB turun Rp 22 ribu menjadi Rp 719 ribu per gram.

Turunnya harga logam mulia bergabung dengan aksi jual pasar yang lebih luas seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, pasar saham anjlok, dan harga minyak turun 10%. Hal itu dipicu pandemi virus corona yang terus menyebar dengan cepat.

(Baca: Harga Emas Dunia Naik 3%, Logam Mulia Antam Sentuh Rp 819 Ribu/Gram)

Beberapa investor diwajibkan menjual aset untuk menutupi margin call."Ini merupakan pencarian uang tunai untuk likuiditas yang berkelanjutan. Semuanya dijual, para pelaku pasar menyerah, dan ketika semua orang ingin keluar ada aksi jual besar-besaran," kata Analis Commerzbank Carsten Fritsch merujuk pada kelompok harga logam mulia seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/3)

Sejauh ini, corona virus telah merenggut lebih dari 6.500 nyawa di seluruh dunia. Pandemi virus tersebut telah memicu kepanikan di seluruh pasar, mendorong bank sentral di seluruh dunia menetapkan langkah-langkah dukungan untuk mereda kejatuhan ekonomi.

Bank-bank sentral di Jepang, Australia dan Selandia Baru bergabung dengan Amerika Serikat The Federal Reserve yang mengambil kebijakan pelonggaran moneter dramatis. Hal itu dilakukan terakhir kali pada krisis keuangan 2008.

Dari sisi permintaan fisik, aktivita tetap tenang di negara Asia utama pada pekan minggu lalu di tengah wabah virus corona, Terutama di Tiongkok yang merupakan konsumen emas terbesar di dunia. Biarpun begitu, dana yang diperdagangkan di bursa kepemilikan SPDR Gold Trust turun menjadi 931,59 ton pada hari Jumat (13/3).

Adapun harga emas batangan Antam di Butik Logam Mulia pada Senin (16/3) seperti dilansir dari logammulia.com selengkapnya sebagai berikut:

Emas batangan 0,5 gram Rp 425.000

Emas batangan 1 gram Rp 801.000

Emas batangan 2 gram Rp 1.551.000

Emas batangan 3 gram Rp 2.305.000

Emas batangan 5 gram Rp 3.825.000

Emas batangan 10 gram Rp 7.585.000

Emas batangan 25 gram Rp 18.855.000

Emas batangan 50 gram Rp 37.635.000

Emas batangan 100 gram Rp 75.200.000

Emas batangan 250 gram Rp 187.750.000

Emas batangan 500 gram Rp 375.300.000

Emas batangan 1.000 gram Rp 750.600.000.

(Baca: Harga Emas Dunia Merosot 4%, Logam Mulia Antam Turun Rp 19 Ribu)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan