BCA Kaji Ulang Gandeng WeChat Pay Imbas Corona

Penulis: Muchammad Egi Fadliansyah

Editor: Agung Jatmiko

18/3/2020, 12.33 WIB

Meski kerja sama dengan WeChat Pay masih harus dikaji kembali, BCA tetap berkomtimen melakukan persiapan di internal, dengan memperkuat digitalisasi.

Ilustrasi, logo PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Arief Kamaludin (Katadata)
Ilustrasi, logo PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengkaji ulang beberapa rencana kerja tahun 2020, salah satunya kerja sama dengan dompet elektronik asal Tiongkok, WeChat Pay.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA , Hera F. Haryn menjelaskan, kerja sama BCA dengan WeChat Pay sejatinya sudah terealisasi di kuartal I 2020, namun adanya pandemi virus corona, membuat kerja sama ini harus dikaji kembali.

"Kerja sama dengan WeChat Pay sejauh ini masih terus dikaji sejalan dengan prinsip menjamin kemudahan, kenyamanan, keamanan, serta nilai tambah bagi semua pihak," kata Hera kepada Katadata.co.id, Rabu (18/3).

Meski harus mengkaji ulang rencana ini, Hera menegaskan BCA tetap berkomitmen melakukan persiapan di internal, dengan memperkuat digitalisasi berstandar internasional dan selalu terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak yang dianggap berpotensial demi memastikan stakeholder memperoleh nilai tambah dari kerja sama tersebut.

(Baca: WeChat Pay & Alipay Diyakini Tak Akan Rajai Pasar Dompet Digital Lokal)

WeChat Pay sendiri sudah mengantongi izin operasional dari Bank Indonesia (BI) per 1 Januari 2020, setelah sebelumnya dilarang beroperasi karena tidak memenuhi aturan. Untuk bisa beroperasi di Indonesia, platform pembayaran dari negara lain harus menggandeng bank Indonesia, khususnya bank dengan status Bank Umum Klasifikasi Usaha (BUKU) 4.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) bahwa setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) harus bekerja sama dengan perusahaan domestik, jika ingin berbisnis di Indonesia.

Melalui kerja sama dengan WeChat Pay, BCA akan bertindak sebagai penyedia fasilitas (acquiring), bukan penyelenggara fasilitas (issuing). Nantinya, BCA akan menyediakan mesin perekam data elektronik atau electronic data capture (EDC) pada merchant yang melayani pembayaran menggunakan WeChat Pay.

Rencana semula, dengan menggandeng WeChat Pay, BCA akan membidik wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Indonesia dan bertransaksi di merchant-merchant di pusat perbelanjaan maupun di sekitar objek wisata Indonesia. Turis-turis asal Tiongkok tersebut diharapkan bisa melakukan transaksi melalui EDC milik BCA.

(Baca: BCA Target Pengguna Alipay & WeChat Pay Bisa Transaksi di RI Awal 2020)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan