Kemendag Permudah Impor Alat Pendeteksi Corona untuk Tes Massal

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

19/3/2020, 18.06 WIB

Kemudahan impor yang akan diberikan Kemendag antara lain terkait perizinan dan penghapusan laporan surveyor.

Kemendag Bakal Permudah Impor Alkes Pendeteksi Corona.
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Petugas melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Kemendag menyatakan bakal mempermudah impor alat kesehatan pendeteksi corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mempermudah impor alat kesehatan (alkes) pendeteksi virus corona (Covid-19). Alat tersebut akan digunakan pemerintah untuk mendukung metode rapid test yang dilakukan dalam skala besar. 

"Saya sudah koordinasi dengan Menteri Kesehatan, segala yang berkaitan dengan covid-19 dipermudah (impornya)," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto  di Carrefour Duta Merlin, Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, kemudahan impor yang akan diberikan Kemendag antara lain terkait  penghapusan laporan surveyor. Namun, dia memastikan barang yang dimpor tersebut tetap memiliki standar kesehatan yang sesuai.

(Baca: Hadapi Corona, Sri Mulyani Bebaskan Bea Masuk Obat hingga Bahan Vaksin)

Selanjutnya, Kemendag juga memastikan akan mempermudah impor untuk alat kesehatan lain seperti, masker dan alat pelindung diri seiring dengan kebutuhannya yang tinggi.

"Semuanya segera dipermudah," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta pemeriksaan virus corona segera dilakukan dengan metode rapid test dalam skala besar. Pemeriksaan infeksi Covid-19 dengan metode itu nantinya melibatkan seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah pusat dan daerah, BUMN, TNI, Polri, hingga swasta.

“Agar deteksi dini indikasi awal seorang terpapar Covid-19 bisa kita lakukan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas via video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3).

Menurut Jokowi, pemeriksaan dengan metode tersebut bakal lebih cepat ketimbang test swab yang selama ini digunakan. Pemeriksaan juga dapat dilakukan di lembaga riset dan perguruan tinggi yang mendapat rekomendasi Kementerian Kesehatan.

(Baca: Jokowi Minta Pemeriksaan Corona dengan Rapid Test dan Skala Besar)

Dengan demikian, pemerintah bisa lebih sigap untuk menangani orang-orang yang terjangkit pandemi corona di dalam negeri.

Ia juga meminta protokol kesehatan dengan alur yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami disiapkan. Dengan demikian, pasien yang telah melakukan rapid test dapat mengetahui apakah mereka perlu layanan rumah sakit atau hanya isolasi mandiri.

Rumah sakit-rumah sakit juga diminta menyiapkan rencana kontingensi terkait kesiapan mengangani pasien virus corona. Bila diperlukan, Jokowi menilai Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta dan hotel milik BUMN bisa dimanfaatkan.

“Kemudian rencana kontingensi ini juga harus disiapkan sampai ke daerah, termasuk percepatan pembangunan di Pulau Galang, Kepulauan Riau,” kata dia.

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan