Pegadaian Longgarkan Kewajiban Nasabah untuk Atasi Dampak Corona

Penulis: Agung Jatmiko

25/3/2020, 13.20 WIB

Relaksasi yang akan diberikan antara lain menghilangkan denda keterlambatan, menunda lelang dan dalam kasus tertentu akan dilakukan penurunan bunga.

Ilustrasi, logo PT Pegadaian. Untuk menanggulangi dampak negatif pandemi corona, PT Pegadaian menyiapkan relaksasi bagi konsumen yang terdampak pandemi corona.
Katadata | Arief Kamaludin
Ilustrasi, logo PT Pegadaian. Untuk menanggulangi dampak negatif pandemi corona, PT Pegadaian menyiapkan relaksasi bagi konsumen yang terdampak pandemi corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

PT Pegadaian menyiapkan kebijakan relaksasi bagi konsumen yang terkena dampak pandemi corona. Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah menanggulangi dampak negatif pandemi corona, 

Direktur Pemasaran & Pengembangan Produk Harianto Widodo menyatakan, pokok relaksasi yang tengah disusun antara lain, menghilangkan denda keterlambatan, menunda lelang dan dalam kasus tertentu akan dilakukan penurunan bunga.

"Kami paham kondisi yang sedang dialami konsumen dan Pegadaian tidak mungkin mementingkan kinerja manakala konsumen dalam keadaan sulit. Ini pengorbanan yang harus dilakukan dan saat ini tengah kami susun konsepnya," kata Harianto kepada Katadata.co.id, Rabu (25/3).

Pegadaian belum bisa memastikan jangka waktu penerapan relaksasi. Pasalnya, kondisi pandemi terus bergerak, berbeda dengan kondisi luar biasa lain seperti bencana alam. Menurutnya, pemberian relaksasi ini nantinya juga akan disertai dengan evaluasi berkala.

"Pemberlakuan relaksasi ini boleh dikatakan akan diberikan dengan penilaian akhir ketika pandemi corona Indonesia mereda dan menunjukan penurunan yang signifikan," kata Harianto.

(Baca: OJK Siapkan Stimulus Lembaga Pembiayaan yang Terdampak Corona)

Sebelumnya, Pegadaian telah menutup 394 outlet di wilayah Provinsi DKI Jakarta, untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, Harianto mengungkapkan penutupan outlet ini disertai dengan pengalihan layanan ke cabang-cabang Pegadaian yang besar, sehingga konsumen yang ingin melakukan transaksi masih bisa dilayani.

Terkait dengan dampak penutupan 394 outlet ini, Harianto menjelaskan, dampak jelas akan terasa namun ia belum bisa memberikan gambaran karena penutupan baru dilakukan beberapa hari.

Ia menjelaskan, dampak terbesar yang mungkin akan dialami Pegadaian adalah dari bisnis gadai, karena untuk transaksi ini konsumen perlu datang langsung ke outlet membawa barang gadai. Sementara, untuk transaksi perpanjangan pinjaman serta tabungan emas, konsumen bisa melakukannya melalui layanan digital Pegadaian.

Untuk kinerja ke depan, Harianto menyatakan saat ini terlalu dini bagi Pegadaian untuk merevisi target kinerja selama setahun. Meski sejumlah skenario tengah dipersiapkan, namun saat ini target kinerja ia katakan, belum berubah.

"Effort kami saat ini adalah menyiapkan relaksasi, seperti instruksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan imbauan pemerintah agar dampak pandemi corona tidak makin buruk bagi masyarakat," ujar Harianto.

(Baca: Pemerintah, BI dan OJK Kompak Meracik 3 Jilid Stimulus Hadapi Corona)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan