Gejala Baru Kasus Positif Corona, Kehilangan Kemampuan Mencium Bau

Penulis: Yuliawati

26/3/2020, 16.28 WIB

Banyak pasien di seluruh dunia yang setelah dites positif corona dan hanya menunjukkan kehilangan kemampuan mencium bau, tanpa gejala sakit.

gejala baru corona, covid 19,
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-ji/hp/dj
Seorang umat Buddha memakai masker saat berdoa di bawah lentera warna warni sebagai persiapan menjelang hari lahir Buddha di sebuah kuil di Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/3/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Beberapa orang tampak sehat meski positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Penelitian terbaru menunjukkan salah satu gejala yang menandakan orang tersebut positif corona yakni tiba-tiba kehilangan kemampuan mencium bau yang dikenal dengan
anosmia atau hyposmia.

Kesimpulan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap pasien positif corona yang tersebar di Korea Selatan, Tiongkok, dan Italia.

"Di Korea Selatan, di mana pengujian dilakukan sangat luas, 30% pasien yang dites positif dan memiliki kasus yang ringan mengalami anosmia sebagai gejala utama," kata President of the British Rhinological Society Professor, Clare Hopkins, dan President of the British Association of Otorhinolaryngology, Professor Nirmal Kumar dikutip dari Business Insider. 

(Baca: Ilmuwan Israel Lihat Pertanda Penyebaran Virus Corona Kian Melambat)

Para ahli mengatakan bahwa banyak pasien di seluruh dunia yang telah dites positif corona hanya menunjukkan gejala kehilangan bau dan rasa, tanpa gejala seperti demam tinggi dan batuk.

Laporan kehilangan gejala penciuman tersebut datang dari pasien-pasien positif corona dari Iran, AS, dan Prancis. "Semakin banyak pasien yang melaporkan mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain," kata para peneliti dalam laporannya.  

Para peneliti sebelumnya menemukan fakta sekitar 86% orang yang terinfeksi Covid-19 tidak terdeteksi sehingga membuat penyebaran wabah makin cepat. Mereka tidak terdiagnosis kemungkinan karena mereka tidak merasa sakit.

Dilansir dari LiveScience, para ahli menyebutkan para pasien yang tidak memiliki gejala sakit ini yang menjadi sumber penyebaran terhadap dua pertiga dari kasus Covid-19 yang tercatat di Tiongkok pada awal kemunculan wabah.

Gejala kehilangan penciuman bau ini menjadi penting untuk diwaspadai khususnya para kaum muda yang biasanya terjangkit corona tanpa merasa sakit atau gejala. Biasanya, mereka tak melakukan isolasi atau karantina diri sehingga secara tak sadar menularkan virus corona kepada seseorang yang lebih rentan.

(Baca: Kasus Positif Corona di RI Meningkat Jadi 893 Pasien, 78 Meninggal)

Laporan dari Korea Selatan menunjukkan anak muda lebih banyak tertular virus corona. Hingga 14 Maret 2020, sebanyak 30% dari total kasus di Korea Selatan merupakan anak muda dengan rentang usia 20-29 tahun. Berdasarkan laporan yang dibuat peneliti dari Centre for European Policy Studies, Andreas Backhaus, Korea Selatan mendeteksi banyak kasus positif yang tanpa gejala, khususnya dari anak-anak muda.

Penelitian Wei-jie Guan dan rekan-rekannya di Tiongkok yang diterbitkan di New England Journal of Medicine juga menunjukkan bahwa 55,1% penderita Covid-19 di Negeri Tirai Bambu berusia 15-49 tahun. Dari jumlah tersebut, 57,8% tidak mengalami kondisi penyakit yang parah.

(Baca: Waspada, Orang Bisa Terinfeksi Covid-19 Tanpa Gejala dan Rasa Sakit)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan