Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji Tak Terganggu Pandemi Corona

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

26/3/2020, 19.16 WIB

Pertamina menyebut konsumsi BBM turun sejak pemberlakuan bekerja dari rumah. Sedangkan konsumsi elpiji naik setelah pandemi virus corona

pertamina, bbm, elpiji, virus corona
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ilustrasi, operator SPBU mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan konsumen di SPBU Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/1/2020). Pertamina menyatakan pasokan BBM dan elpiji cukup di tengah pandemi virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pertamina menyatakan pasokan Bahan Bakar Minyak atau BBM dan Liquefied Petroleum Gas atau elpiji dalam kondisi cukup di tengah pandemi virus corona. Adapun rata-rata pasokan nasional untuk BBM di level 23 hari, sedangkan stok elpiji selama 17 hari.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan pasokan BBM dan elpiji cukup untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari di tengah situasi darurat Covid-19. “Stok ini akan terus ditambah sesuai dengan jadwal suplai yang telah direncanakan berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat di setiap wilayah,” ujar Fajriyah berdasarkan keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Berdasarkan pantauan Pertamina, konsumsi masyarakat untuk BBM mengalami penurunan seiring dengan merebaknya virus corona. Tercatat sejak penerapan work from home pada 16 Maret 2020, secara umum konsumsi BBM turun 8% dari rata-rata normal harian sebesar 134,87 ribu kiloliter (KL) menjadi 123,74 ribu KL.

(Baca: Pertamina Sebar Bantuan dari Jakarta hingga Papua untuk Cegah Corona)

Sedangkan elpiji sektor rumah tangga subsidi naik 0,7% dari konsumsi normal harian 21,93 ribu metrik ton menjadi 22,10 ribu metrik ton. Sedangkan LPG rumah tangga nonsubsidi naik sebesar 5,4% dari konsumsi normal harian 2,05 ribu metrik ton menjadi 2,16 metrik ton.

Menurut Fajriyah, dalam kondisi normal maupun darurat Covid 19, perusahaan terus memastikan secara keseluruhan operasional produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran produk Pertamina tetap berjalan dengan baik. Bahkah untuk mendukung kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah, Pertamina juga mengoptimalkan layanan pengantaran atau Pertamina Delivery Service melalui Call Center 135.

Di sisi lain, guna mengantisipasi penyebaran virus corona berkelanjutan, perusahaan pelat merah ini juga telah menyemprotkan disinfektan pada tabung-tabung LPG dan fasilitas SPBU. Selain itu, perusahaan memberlakukan penerapan prosedur tambahan untuk petugas SPBU seperti penggunaan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer.

“Kami telah menerapkan kebijakan secara internal untuk pengaturan pekerja, pekerja di dalam lingkungan operasional perusahaan tetap masuk, sedangkan pekerja kantoran menjalankan work from home. Dengan kebijakan tersebut, kami memastikan pasokan BBM dan LPG akan aman ke depannya,” ujarnya.

(Baca: Satu Pekerja Pertamina di Balikpapan Terinfeksi Virus Corona)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan