Pandemi Corona Meluas, Total Kasus Positif Dunia Capai 784.440 Orang

Penulis: Agung Jatmiko

31/3/2020, 09.06 WIB

Dari total kasus positif virus corona, jumlah pasien yang meninggal tercatat mencapai 37.781, meningkat 3.716 kasus.

Ilustrasi, petugas medis membawa pasien positif virus corona di Rumah Sakit Severo Ochoa, Spanyol. Secara global, total kasus positif virus corona telah mencapai 784.440 kasus, bertambah 61.050 kasus baru.
ANTARA FOTO/REUTERS/Susana Vera/hp/dj
Ilustrasi, petugas medis membawa pasien positif virus corona di Rumah Sakit Severo Ochoa, Spanyol. Secara global, total kasus positif virus corona telah mencapai 784.440 kasus, bertambah 61.050 kasus baru.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pandemi corona, yang menyerang 199 negara tak juga menunjukan tanda-tanda perlambatan. Total kasus positif virus corona hingga Selasa (31/3) pagi, tercatat mencapai 784.440 kasus, bertambah 61.050 kasus baru.

Dari total kasus positif virus corona, jumlah pasien yang meninggal tercatat mencapai 37.781, meningkat 3.716 kasus dibanding Senin (30/3). Dilihat dari total kasus positif virus corona, Amerika Serikat (AS) mencatatkan kenaikan paling tinggi, yakni 19.999 kasus baru.

Lonjakan kasus baru dalam sehari ini membuat total kasus positif virus corona AS mencapai 163.490 kasus. Dari total kasus di AS, jumlah pasien meninggal secara kumulatif mencapai 3.148 pasien.

Lonjakan pasien positif virus corona tertinggi dialami oleh Spanyol dan Italia, dengan angka kematian tambahan akibat virus corona masing-masing, 913 dan 812 pasien meninggal. Secara kumulatif, Italia mencatatkan tingkat kematian tertinggi, yakni mencapai 11.591 pasien.

Spanyol dan Italia kini menjadi episentrum pandemi corona di Eropa, dengan total kasus positif virus corona dua negara tersebut mencapai, 87.956 dan 101.739 kasus. Parahnya pandemi corona yang dialami Eropa, terutama Spanyol dan Italia membuat Uni Eropa berencana mengeluarkan obligasi, yang dinamakan Corona Bond.

(Baca: Lockdown di India yang Berujung Krisis Kemanusiaan)

Mengutip CNN, Jumat (27/3), rencana penerbitan Corona Bond ditentang oleh Jerman, yang didukung oleh Austria dan Belanda. Kanselir Jerman, Angela Merkel menentang rencana penerbitan obligasi, karena hal tersebut membuat para pembayar pajak negara-negara maju Eropa menanggung pengeluaran negara-negara dengan ekonomi rendah.

Dari Asia, Tiongkok sebagai tempat asal penyebaran virus corona, total kumulatif kasus positif virus corona tercatat mencapai 81.518 kasus, dengan jumlah pasien meninggal mencapai 3.305. Penyebaran virus corona di Tiongkok boleh dibilang telah mereda, dengan penambahan kasus baru positif virus corona hanya sebanyak 79 kasus.

Dari total kasus positif virus corona di Tiongkok, jumlah pasien yang sembuh mencapai 76.052 pasien. Hal ini membuat kasus aktif positif corona di China hanya tinggal 2.161 kasus dan jumlah kasus serius atau kritis sebanyak 528 kasus.

Sedangkan, negara dengan jumlah kasus positif corona terendah, diiringi dengan tingkat mortalitas 0% hanya ada satu negara, yakni St. Vincent Grenadines, sebuah negara di selatan Karibia. Sejatinya, Timor Leste dan Papua Nugini juga hanya memiliki satu kasus positif virus corona, namun dua negara ini masih mencatatkan kasus aktif.

(Baca: AS Jadi Episentrum Corona, Xi Jinping Siap Bantu Trump)

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan