BI Catat Modal Asing Kembali Kabur dari RI Rp 6,95 T dalam Tiga Hari

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

8/5/2020, 13.32 WIB

Aliran modal asing keluar terutama terjadi pada instrumen surat berharga negara.

bank indonesia, aliran modal asing, surat berharga negara
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Berdasarkan data transaksi 4-6 Mei 2020, asing melakukan jual neto pada instrumen portofolionya di Indonesia sebesar Rp 6,95 triliun.

Bank Indonesia  mencatat aliran modal asing kembali keluar dari Tanah Air sebesar Rp 6,95 triliun dalam tiga hari. Investor asing keluar dari Indonesia terutama dengan melepas surat berharga negara.

"Berdasarkan data transaksi 4-6 Mei 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 6,95 triliun," tulis BI dalam keterangan resminya, Jumat (8/5).

Secara rinci, aliran modal asing yang keluar  tersebut berasal dari pasar SBN sebesar Rp 6,11 triliun. Kemudian dari pasar saham Rp 840 miliar.

Dengan demikian, BI mencatat telah terjadi nett outflow sepanjang tahun ini sebanyak Rp 163,18 triliun. Sementara premi risiko Credit Default Swaps Indonesia 5 tahun turun ke 204,05 basis poin per 7 Mei dari 210,08 bps per 1 Mei.

(Baca: Pemerintah Terbitkan Surat Utang Rp 376,5 Triliun per Akhir April )

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran virus corona dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Selain itu, langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan akan terus dicermati.

Sebelumnya, bank sentral mencatat aliran modal asing yang masuk ke portofolio investasi di Tanah Air alias inflow mencapai Rp 1,17 triliun pada pekan pertama Mei. Hal ini karena kekhawatiran pasar atas pandemi corona mulai mereda.

Pada Maret lalu, pemodal asing memang menarik dananya ke luar dari instrumen investasi di Indonesia alias outflow. BI mencatat, hal ini terjadi karena pasar panik akan penyebaran pandemi virus corona.

(Baca: Pemerintah Rilis Utang Rp 69 T, Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 127,9 M)

Sedangkan, aliran modal asing keluar yang terjadi pada April disebabkan oleh faktor teknikal. Namun, kini investor asing mulai masuk kembali ke portofolio investasi di Tanah Air.

"Minggu pertama bulan ini, sampai 5 Mei, aliran modal asing masuk Rp 1,17 triliun," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Rabu (6/5). Utamanya, ke pasar SBN baik di pasar primer maupun sekunder.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan