Pembayaran Zakat di GoPay Melonjak Dua Kali Lipat Sejak Pandemi

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Desy Setyowati

15/5/2020, 19.58 WIB

GoPay mencatat pembayaran zakat melonjak sejak kasus positif virus corona pertama kali diumumkan di Indonesia, bukan hanya saat ramadan.

Pembayaran Zakat di GoPay Melonjak Dua Kali Lipat Sejak Pandemi
gojek
Tampilan platfom GoPay untuk bayar zakat

Pembayaran zakat umumnya meningkat saat ramadan. Namun, layanan teknologi finansial (fintech) besutan Gojek,  GoPay mencatat transaksi zakat di platform-nya melonjak dua kali lipat sejak Maret atau ketika kasus positif virus corona di Indonesia pertama kali diumumkan.

"Banyak yang menggunakan GoPay untuk zakat, infak, sedekah. Untuk zakat meningkat dua kali lipat pada Maret dan April dibandingkan Januari-Februari," ujar Budi Vice Chairman, Payment Systems & GoPay Chief Risk and Compliance Officer Budi Gandasoebrata saat konferensi pers secara virtual, Jumat (15/5).

Sebagaimana diketahui, ada dua jenis zakat dalam Islam. Pertama, zakat fitrah yang wajib dikeluarkan umat Muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran. Besarannya setara 3,5 liter makanan pokok di daerah yang bersangkutan. Di Indonesia, makanan pokok yakni nasi atau beras.

Kedua, zakat mal yang nilainya 2,5% dari jumlah harta tersimpan dalam setahun. (Baca: Imbas Corona, Jokowi-Ma'ruf & Para Menteri Bayar Zakat secara Online)

Budi pun memperkirakan, transaksi zakat melonjak saat ramadan tahun ini karena ada pandemi Covid-19. Karena itu, perusahaannya bekerja sama dengan banyak lembaga penyalur zakat.

Beberapa lembaga zakat yang diajak kerja sama yakni Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) atau Lembaga Amil Zakat Infaq, serta Shadaqah NU (Lazisnu).

Selain itu, GoPay memfasilitasi donasi. Sudah ada 400 lembaga non profit dan rumah ibadah yang bekerja sama dengan GoPay.

(Baca: Donasi Digital Melalui Go-Pay Naik 400 Kali Lipat dalam Setahun)

GoPay mulai memperkenalkan inovasi sedekah digital sejak ramadan 2018 lalu, melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Hilman Latief mengatakan potensi zakat masyarakat Indonesia cukup besar. “Setiap persentase muzaki meningkat 10%, 15% bahkan 20%," kata dia.

Pembayaran zakat secara digital dinilai sangat dibutuhkan selama pandemi corona. "Interaksi yang lebih dekat antara lembaga amil, muzaki, dan mustahiq (penerima zakat) baik individu maupun lembaga sangat terbantu," ujar Hilman. 

(Baca: Yayasan Gojek Target Galang Rp 15 Miliar untuk Pedagang-Sopir Angkot)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan