Terbitkan Obligasi Global Rp 37,5 Triliun, Inalum Segera Akuisisi Vale

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

15/5/2020, 14.28 WIB

Inalum juga menggunakan sebagian dana dari penerbitan surat utang itu untuk membeli obligasi yang diterbitkan pada 2018.

inalum, obligasi, akuisis, vale indonesia, INCO
ANTARA FOTO?REUTERS/Yusuf Ahmad/File Ph
Ilustrasi, truk-truk membawa bijih nikel mentah. Inalum menerbitkan obligasi global senilai Rp 37,5 triliun. Sebagian dananya akan digunakan untuk akuisisi Vale Indonesia (INCO)

Holding BUMN Pertambangan Mind ID yang dipimpin PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum baru saja menerbitkan obligasi global senilai US$ 2,5 miliar atau setara Rp 37,5 triliun. Rencananya, dana tersebut akan digunakan sebagian untuk mengakuisisi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak menjelaskan pihaknya dan Vale Indonesia sudah sepakat mengenai besaran nilai valuasi. Namun, dia belum mau menyebut nominalnya.

"Kami siapkan uangnya, tapi kalau saya bilang kami siapkan sekian, nanti Vale tahu ada duit sekian. Harga akan terpengaruh, walaupun sebenarnya sudah disepakati," kata Orias dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (15/5).

Lebih lanjut, Orias menyebut, pihaknya telah melibatkan pihak ketiga untuk menghitung valuasi Vale Indonesia sesuai dengan aturan yang berlaku. Di samping itu, pihaknya juga tak memungkiri jika akuisisi akan dilaksanakan pada bulan ini.

Meski demikian, proses akuisisi saham Vale Indonesia akan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. "Kalau sudah ada kesepakatan kami segera laksanakan. Kami masih menunggu approval," kata dia.

Sebelumnya, Inalum menyatakan perusahaan tidak akan kesulitan pendanaan untuk mengakuisisi saham Vale Indonesia. Sebab, nilai valuasi saham Vale, menurut perhitungan Inalum pada 2019, di bawah US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,17 triliun (dengan kurs Rp 14.119 per dolar AS).

(Baca: Terdampak Corona, Freeport Indonesia Ajukan Penundaan Proyek Smelter)

Selain untuk akuisis Vale Indonesia, dana obligasi tersebut akan digunakan untuk pembelian kembali obligasi senilai US$ 2,25 miliar yang diterbitkan pada 2018. Rinciannya, obligasi sebesar US$ 1 miliar dengan tingkat kupon 5,230% dan tenor hingga 2021.

Selain itu, obligasi senilai US$ 1,25 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,710% dan tenor hingga 2023. Total obligasi yang diterbitkan Inalum pada 2018 mencapai US$ 4 miliar.

Kemudian, dana yang didapat perusahaan dari obligasi tahun ini bakal digunakan untuk mengakuisisi dan mendukung strategis perusahaan-perusahaan dalam holding MIND ID. Selain itu, dana yang diperoleh akan digunakan untuk membantu pelunasan pembiayaan yang ada di grup MIND ID.

Seperti diketahui, MIND ID menerbitkan obligasi yang dipasarkan di Singapura, Hong Kong, London, dan New York. Dalam penerbitan obligasi itu, MIND ID dibantu oleh BNP Paribas yang berbasis di Perancis, Citigroup Global Markets Inc. di Amerika Serikat dan HSBC Limited di Inggris yang bertindak sebagai Joint Global Coordinators, Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.

Untuk penerbitan obligasi global tersebut, MIND ID mendapatkan peringkat Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch. Obligasi tersebut didaftarkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST).

Permintaan akan obligasi tersebut melebihi 6,4 kali dari penawaran yang diumumkan. Selain itu, sebesar 75% dari pemegang obligasi tersebut merupakan perusahaan aset/fund managers.

(Baca: Inalum Kantongi Rp 37 T dari Penjualan Obligasi Valas Bunga Lebih 4%)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan