Dibekukan Sejak Bulan Lalu, Trump Buka Opsi Cairkan Dana Untuk WHO

Ameidyo Daud Nasution
17 Mei 2020, 10:35
Trump, who, tiongkok
ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria/wsj/cf
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Allentown, Pennsylvania, Amerika Serikat, Kamis (14/5/2020). Trump (16/5) mengatakan dirinya mempertimbangkan cairkan dana untuk WHO.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka opsi mencairkan dana kepada organisasi kesehatan dunia (WHO) usai mereka bertikai sejak April. Namun ada kemungkinan Washington hanya akan membayar 10% dari dana yang diberikan tahun sebelumnya.

Trump bulan lalu membekukan dana AS bagi WHO dengan alasan lembaga di bawah PBB itu mempromosikan disinformasi virus corona Covid-19 dari Tiongkok. Dalam cuitan Twitter-nya, Sabtu (16/5), ia lalu mengatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan pencairan dana.

“Belum membuat keputusan akhir, semua dana dibekukan,” kata Trump dilansir dari Reuters, Minggu (17/5).

(Baca: Jubir Positif Corona, Wapres AS Mike Pence Isolasi Diri)

Trump menjelaskan salah satu opsi yang dipikirkan adalah AS hanya membayar WHO 10% dari dana yang telah dikeluarkan tahun sebelumnya. Menurutnya besaran ini akan membuat Negeri Paman Sam setara dengan Tiongkok.

Dia juga tidak menyinggung berapa besaran dana yang akan dicairkan ke lembaga yang berbasis di Jenewa itu. Namun dari laporan Fox, angkanya bisa saja tersebut mencapai sepersepuluh dari US$ 400 juta.

“Salah satu dari banyak konsep yang dipertimbangkan, sesuai dengan pembayaran Tiongkok yang jauh lebih rendah,” katanya.

Dalam cuitannya, Trump sempat protes mengapa Tiongkok yang memiliki jumlah penduduk lebih besar harus mendermakan dana lebih kecil dari AS. Tak hanya kepada WHO, ia menyoroti uang yang diberikan Negeri Panda ke PBB dan organisasi perdagangan dunia (WTO).

"Di mana mereka dianggap sebagai negara berkembang," katanya.

Trump memutuskan setop memberikan dana ke WHO usai mengkritik lembaga tersebut terlalu lunak kepada Tiongkok. “WHO gagal dalam tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab,” kata Trump bulan lalu.

Keputusan Trump ini sempat diprotes beberapa tokoh dunia. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan saat-saat seperti ini bukan waktu yang tepat untuk memangkas kemampuan operasional WHO. Dia mengatakan sekarang adalah waktunya komunitas internasional untuk memperkuat kerja sama.

“Untuk (menunjukkan) solidaritas dalam menghentikan virus ini dan konsekuensinya yang menghancurkan,” kata Guterres.

(Baca: Jurus Trump Pukul Tiongkok, Usut Misteri Pasien Pertama Corona Dunia)

Jerman juga mengatakan kerja sama melawan Covid-19 dengan memperkuat WHO harus terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan dengan kemampuan finansial mumpuni, organisasi tersebut bisa membantu pengembangan vaksin corona.

“Menyalahkan tidak (akan) membantu. Virus tidak mengenal batas,” kata Maas.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...