Jual Bank Permata, Astra Akan Fokus Garap Jasa Keuangan Ritel

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Yuliawati

20/5/2020, 19.21 WIB

Astra dan Standard Chartered Bank, masing-masing mengantongi Rp 16,83 triliun dari penjualan Bank Permata.

Bank Permata, Astra jual Bank Permata, Astra fokus jasa keuangan ritel
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Astra dan Stanchard melepas bank Permata dengan harga Rp 1.346,97 per saham.

PT Bank Permata Tbk (BNLI) resmi dimiliki oleh Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) melalui transaksi di pasar non-reguler pada Rabu (20/5). Harga belinya Rp 1.346,97 per saham atau nilai transaksi mencapai Rp 33 triliun.

PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered Bank menjual kepemilikan sahamnya di Bank Permata. Sebelum transaksi masing-masing memiliki 12,49 miliar saham atau setara dengan 44,56% dari seluruh saham. Dengan transaksi tersebut, Astra dan Standard Chartered Bank, masing-masing mengantongi Rp 16,83 triliun dari penjualan tersebut.

(Baca: Rumor Rampungnya Akuisisi Kerek Saham Bank Permata dan Astra )

Direktur Astra Suparno Djasmin membenarkan transaksi saham tersebut kepada Katadata.co.id. Dia mengatakan, Astra berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan mendukung proses divestasi ini.

Suparno mengatakan, Astra akan memanfaatkan hasil penjualan saham Bank Permata untuk investasi jangka panjang. Namun dia belum membeberkan lebih detail rencana tersebut.

Yang jelas, Astra masih akan terus fokus dalam mengembangkan bisnis jasa keuangan, terutama di segmen ritel. "Kami tetap sangat positif terhadap bisnis jasa keuangan di Indonesia dan akan fokus pada segmen jasa keuangan ritel," kata Suparno, hari ini.

Astra diketahui memiliki sejumlah anak perusahaan di sektor keuangan seperti perusahaan pembiayaan, asuransi, serta fintech. Pada bidang pembiayaan Astra memiliki Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) untuk pembiayaan kendaraan roda empat, serta Federal International Finance (FIF) untuk pembiayaan sepeda motor.

Kemudian di bidang asuransi ada Asuransi Astra Buana (AAB) yang berbisnis asuransi umum/kerugian, dan asuransi jiwa melalui Astra Life. Selain itu juga ada perusahaan fintech melalui Astra WeLab Digital Arta (AWDA), yang merupakan perusahaan patungan Astra (60%) dengan fintech asal Tiongkok WeLab (40%).

(Baca: Astra Financial Restrukturisasi Pembiayaan Rp 21,9 Triliun)

Perusahaan fintech ini bergerak pada bidang pembiayaan konsumen. AWDA menawarkan produk pinjaman melalui aplikasi mobile kepada konsumen ritel. Suparno menjelaskan bahwa semua anak perusahaan Astra tersebut melayani segmen ritel.

Sedangkan layanan jasa keuangan untuk segmen korporasi, Astra memiliki perusahaan pembiayaan alat berat melalui Surya Artha Nusantara Finance (SANF) dan Komatsu Astra Finance (KAF).

Seperti diketahui, bisnis jasa keuangan menjadi salah satu penopang laba bersih perusahaan pada triwulan I 2020. Laba bersih Astra dari sektor ini pada triwulan I 2020 naik 1% menjadi Rp 1,41 triliun, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,40 triliun.

(Baca: Grup Astra Klarifikasi Kabar Resminya Akuisisi Bank Permata)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan