Cegah Corona, Kemenhub Dorong Angkot & Bus Gunakan Transaksi Nontunai

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agustiyanti

12/6/2020, 20.40 WIB

Kemenhub juga tengah berencana mengintegrasikan sejumlah tarif transportasi umum.

kementerian perhubungan, virus corona, pandemi corona, transportasi umum
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Ilustrasi. Pemerintah tengah mendorong agar seluruh transportasi umum dapat menggunakan pembayaran nontunai.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Perhubungan mendorong transportasi umum darat, baik angkutan kota maupun bus untuk menggunakan transaksi nontunai. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Karya Sumadi mengatakan, ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran  Nomor 11 Tahun 2020.

"Ke depan kami mendorong transaksi cashless untuk angkutan umum," kata dia dalam sebuah webinar, Jumat (12/6).

Pemerintah, menurut dia, saat ini juga tengah berdiskusi terkait integrasi tarif kendaraan umum, termasuk dengan ojek online. Diskusi antara lain tengah dilakukan Kementerian Perhubungan dengan Grab Indonesia. 

"Satu kartu nanti bisa digunakan untuk first mile dengan angkot, lalu dengan bus kota, MRT, dan sebagainya," jelas dia. 

Integrasti tarif dan pembayaran nontunai tengah dijajaki untuk diterapkan di lima kota yang menjadi proyek percontohan, yaitu Medan, Palembang, Jogja, Solo dan Denpasar.

(Baca: Kemenhub Minta Bus Pasang Lampu Ultraviolet untuk Bunuh Virus Corona)

Di kota-kota tersebut, Kemenhub juga melalukan proyek percontohan buy the service. Dengan sistem tersebut, pemerintah melimpahkan sistem transportasi umum daerah kepada pihak swasta.

Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta telah mengalihkan seluruh transaksi pembayarannya dalam bentuk nontunai dan tak lagi melayani pembayaran dengan uang tunai. Langkah ini ditempuh untuk menghindari terjadinya interaksi fisik serta menekan potensi penyebaran virus corona atau Covid-19 di transportasi publik.

"Transjakarta menutup semua bentuk transaksi dengan menggunakan uang tunai baik untuk isi ulang (top up) uang elektronik maupun pembelian kartu perdana di seluruh halte Bus Rapid Transit untuk sementara waktu," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas TransJakarta Nadia Disposanjoyo di Jakarta, Rabu (18/3).

(Baca: Jadwal Lengkap Kereta Jarak Jauh yang Beroperasi Mulai 12 Juni 2020)

Dia menjelaskan, bagi warga yang ingin melakukan pengisian ulang uang elektronik, dapat mengisi secara mandiri menggunakan lewat mesin debit yang tersedia di halte BRT TransJakarta.

"Bagi yang ingin melakukan isi ulang atau top up bisa menggunakan debit yang dilakukan di halte seperti biasa, namun hanya berlaku untuk bank tertentu saja seperti BCA, Mandiri dan BNI," ujarnya.

Sedangkan untuk pengisian ulang lain bisa dilakukan melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) atau di minimarket terdekat.

Reporter: Rizky Alika

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha