Pembagian Jam Kerja Buat Antrean Penumpang KRL Lebih Terkendali

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Happy Fajrian

15/6/2020, 21.47 WIB

Jumlah penumpang meningkat 11% dibandingkan seminggu yang lalu, meski demikian, antrian lebih terkendali berkat kebijakan pembagian jam kerja.

penumpang krl, antrean penumpang krl, pembagian jam kerja
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nz
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line berada di dalam gerbong yang telah diberi marka jarak sosial di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/6/2020).

Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi menyatakan bahwa antrean penumpang kereta rel listrik (KRL) di berbagai stasiun sudah lebih terkendali setelah pemerintah membagi waktu kerja pegawai di wilayah Jabodetabek.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Ridwan Djamaluddin mengatakan, jumlah penumpang KRL hari ini, Senin (15/6), naik 11%. "Jumlah penupang lebih banyak, tapi antrean lebih terkendali. Itu kemajuan," ujarnya melalui konferensi video.

Menurut data Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), jumlah penumpang meningkat 11% dibandingkan dengan seminggu yang lalu, Senin 8 Juni 2020.

Namun dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2020, jam kerja pegawai dibagi menjadi dua gelombang. Jam kerja gelombang pertama dimulai pukul 07.00-07.30 WIB sampai 15.00-15.30 WIB. Sementara, gelombang kedua dimulai pada pukul 10.00-10.30 WIB hingga pukul 18.00-18.30 WIB.

(Baca: KRL Padat, Pemerintah Atur Jam Kerja Karyawan di Jabodetabek)

Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang, antrean di stasiun pun mengular panjang. Namun Ridwan tak mempermasalahkan panjangnya antrean yang menurutnya wajar karena penumpang menjaga jarak.

Para penumpang KRL pun tetap menggunakan masker dan mencuci tangan. "Di lapangan, praktiknya masih sesuai standar protokol kesehatan," kata Ridwan.

Agar penerapan protokol kesehatan dalam tatanan normal baru semakin efektif, Ridwan menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Menurutnya, pelaku industri juga harus kooperatif untuk mengatur jam kerja para pegawai sesuai yang tertuang dalam SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 8 Tahun 2020.

Masyarakat pun diminta ikut mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah penularan corona tersebut. "Para pihak hendak bersama-sama mengupayakan jangan sampai terjadi kerumunan di fasilitas-fasilitas transportasi," kata dia.

(Baca: KAI Antisipasi Lonjakan Penumpang KRL pada Awal Pekan Depan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha