Daftar Pemda Pemenang Lomba Normal Baru, Tak Ada Jakarta

Penulis: Muhammad Ahsan Ridhoi

23/6/2020, 11.08 WIB

84 pemda memenangi lomba video simulasi normal baru. Namun, DKI Jakarta tak masuk dalam daftar tersebut. Alasannya masyarakat masih berkerumum di CFD.

84 pemda memenangi lomba video simulasi normal baru. Namun, DKI Jakarta tak masuk dalam daftar tersebut. Alasannya karena CFD masih ramai.
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.
84 pemda memenangi lomba video simulasi normal baru. Namun, DKI Jakarta tak masuk dalam daftar tersebut. Alasannya karena CFD masih ramai.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengumumkan 84 pemerintah daerah atau pemda pemenang lomba video simulasi kenormalan baru, kemarin (22/6). Pengumunan dilakukan oleh Mendagri Tito Karnavian yang menyatakan seluruh pemenang mendapat total hadiah Rp 168 miliar.

Dalam kesempatan itu, Tito menyebut pemenang diseleksi dari 2.517 video yang masuk sejak lomba dimulai Jumat (29/5) lalu. Penjurian dilakukan oleh tim gabungan Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, Kemenpan-RB, Kemenparekraf, Kemendag, Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Tito menyebut kampanye tatanan kenormalan baru diperlukan untuk memastikan kesiapan daerah melaksanakannya. “Sebagai sesuai yang baru maka tatanan ini memerlukan tahap pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi,” kata dia di Kantor Kemendagri.

(Baca: Menpan-RB Bakal Atur Jam Kerja Fleksibel Untuk PNS di Era Normal Baru)

Pemenang dibagi ke dalam enam kategori dengan empat sub kategori. Di tiap sub kategori juara pertama mendapat hadiah Rp 3 miliar, juara kedua Rp 2 miliar, dan juara ketiga Rp 1 miliar. Para pemenang ini memenuhi syarat penilaian konten kampanye new normal paling inovatif.

Akan tetapi, dalam jajaran daftar pemenang tak ada DKI Jakarta di sub kategori klaster provinsi untuk semua kategori. Tito menyatakan, Ibu Kota tak menjadi pemenang karena belum cukup melakukan sosialisasi tatanan kenormalan baru di tengah masyarakat.

Tito menyatakan hal itu salah satunya terlihat dari masih berkerumunnya masyarakat ketika hari bebas kendaraan atau car free day di Jakarta pada Minggu (21/6) lalu. Saat car free day tersebut, menurutnya masih banyak juga masyarakat yang tak menggunakan masker.

Oleh karena itu, Tito meminta Pemprov DKI Jakarta lebih giat menyosialisasikan penerapan kenormalan baru kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat tak sampai menganggap kenormalan baru berarti pandemi selesai.

“Masalah pandemi selesai dan semua boleh buka? Tidak,” kata Tito.  

(Baca: Cekak Anggaran yang Membelit Tahap Lanjutan Pilkada 2020

Berikut adalah daftar lengkap pemenangnya:

Sektor Transportasi Umum

Klaster Provinsi

  1. Jawa Timur
  2. Bali
  3. Kalimantan Tengah

Klaster Kota

  1. Bengkulu
  2. Banda Aceh
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Sintang
  2. Tegal
  3. Tapanuli Utara

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Jayawijaya
  2. Seram Bagian Barat
  3. Kepulauan Sula

(Baca: CFD Ramai, Menko PMK Minta Pelonggaran PSBB di Jakarta Dievaluasi)

Sektor Tempat Wisata

Klaster Provinsi

  1. Jawa Tengah
  2. Jawa Timur
  3. Sulawesi Selatan

Klaster Kota

  1. Semarang
  2. Bogor
  3. Pare-pare

Klaster Kabupaten

  1. Sintang
  2. Gunung Kidul
  3. Trenggalek

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sigi
  2. Rote Ndao
  3. Seram Bagian Barat

(Baca: Wapres Ingin Ada Inovasi Bidang Ekonomi Saat Normal Baru)

Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Klaster Provinsi

  1. Sulawesi Tengah
  2. Kalimantan Utara
  3. Jawa Tengah

Klaster Kota

  1. Bekasi
  2. Bandung
  3. Surabaya

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Sinjai
  3. Situbondo

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Nias
  2. Seram Bagian Barat
  3. Sumba Barat

(Baca: Biaya Operasional Membengkak, Pengusaha Ritel Minta Insentif Pajak)

Sektor Hotel

Klaster Provinsi

  1. Jambi
  2. Kalimantan Utara
  3. Sulawesi Selatan

Klaster Kota

  1. Pekanbaru
  2. Surabaya
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Kebumen
  3. Sintang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sumba Barat Daya
  2. Seram Bagian Barat
  3. Tojo Una-una

(Baca: Dewan Transportasi Jakarta Sebut KCI Sudah Optimal Urai Kerumunan KRL)

Sektor Restoran

Klaster Provinsi

  1. Lampung
  2. I Yogyakarta
  3. Jambi

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Tangerang
  3. Jambi

Klaster Kabupaten

  1. Trenggalek
  2. Tabalong
  3. Lumajang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Sumba Barat Daya
  2. Sumba Barat
  3. Seram Bagian Barat

(Baca: Kompetisi Sepakbola Indonesia Bakal Kembali Bergulir September 2020)

Sektor Pasar Modern

Klaster Provinsi

  1. Jawa Timur
  2. Lampung
  3. I Yogyakarta

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Sukabumi
  3. Semarang

Klaster Kabupaten

  1. Aceh Tamiang
  2. Kebumen
  3. Tulungagung

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Seram Bagian Barat
  2. Belu
  3. Nias

(Baca: Kemendagri Imbau Pemda Alihkan APBD Untuk Penanganan Corona)

Sektor Pasar Tradisional

Klaster Provinsi

  1. Bali
  2. Sulawesi Selatan
  3. Lampung

Klaster Kota

  1. Bogor
  2. Semarang
  3. Palembang

Klaster Kabupaten

  1. Banyumas
  2. Lumajang
  3. Semarang

Klaster Kabupaten Tertinggal

  1. Limbata
  2. Seram Bagian Barat
  3. Pesisir Barat

 

   

 

 

  

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha