Sempat Tertunda, Perundingan Dagang RI-Eropa Dilanjutkan via Virtual

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

26/6/2020, 21.57 WIB

Pada 15-26 Juni 2020, kedua delegasi sepakat melaksanakan intersesi secara virtual.

Sempat Tertunda, Perundingan Dagang RI-Eropa Dilanjutkan via Daring.
Katadata
Ilustrasi bendera Uni Eropa. Indonesia melanjutkan perundingan dagang dengan Uni Eropa setelah sempat terhenti akibat COovid-19.

Pandemi Covid-19 turut berdampak pada  tertundanya perundingan perdagangan antara Indonesia dengan negara mitra. Namun, usai sejumlah negara memberlakukan pelonggaran karantina wilayah (lockdown), perundingan dagang akhirnya mulai kembali digelar. 

Salah satunya perundingan kerja sama Indonesia dan Uni Eropa, melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA).

Putaran perundingan ke-10 IEU-CEPA semestinya dilakukan pada Maret 2020. Namun, perundingan sempat tertunda akibat pembatasan sosial yang dilaksanakan kedua pihak.

(Baca: Dampak Corona, Perundingan Dagang RI- Eropa Terganggu)

Hingga akhirnya pada 15-26 Juni 2020, kedua delegasi sepakat melaksanakan intersesi secara virtual. Hal ini disambut baik delegasi Indonesia, yang mana pertemuan intersesi secara daring yang telah berjalan dalam sepuluh hari terakhir.

"Ini membuktikan walaupun dipenuhi keterbatasan karena pandemi covid-19, delegasi Indonesia dan Uni Eropa tetap berkomitmen untuk membuat kemajuan atas berbagai isu runding dalam perundingan IEU-CEPA,” kata Ketua Tim Runding Indonesia Iman Pambgayo dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6).

Ia mengatakan, ada 16 kelompok kerja yang bertemu dalam intersesi ini, antara lain perdagangan barang, ketentuan asal barang, bea cukai dan fasilitasi perdagangan, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, energi dan bahan baku.

Lalu, ada sesi pembahasan kompetisi, pengadaan pemerintah, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, penyelesaian sengketa, serta ketentuan institusional perjanjian.

(Baca: ASEAN Dorong Perjanjian RCEP Rampung Akhir 2020)

Perundingan IEU-CEPA merupakan perundingan bilateral terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Perundingan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat untuk memitigasi dampak Covid-19 serta mempercepat proses reformasi nasional.

Selain itu, IEU-CEPA akan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih baik dalam rantai nilai global. Persetujuan IEU-CEPA diproyeksikan akan meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di kawasan yang telah memiliki persetujuan dagang dengan Benua Biru tersebut.

Sebagai informasi, Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar Indonesia ke-4. Adapun, Indonesia merupakan mitra dagang Uni Eropa ke-33.

Total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa pada 2019 mencapai US$ 26,9 miliar. Secara rinci, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 14,5 miliar dan impor sebesar US$ 12,4 miliar. Sementara nilai investasi Uni Eropa di Indonesia tercatat senilai US$ 2,6 miliar pada 2019.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha