Pasar Cemas Kasus Corona Meningkat, Rupiah Tertekan ke Rp 14.225

Penulis: Ekarina

29/6/2020, 09.40 WIB

Kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah virus covid-19 yang terus meningkat memberikan sentimen negatif ke aset berisiko.

Kecemasan Pasar Wabah Corona Meningkat, Rupiah Tertekan ke Rp 14.225 per dolar AS.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Karyawan menghitung uang rupiah. Pada pembukaan awal pekan, Senin (29/6) rupiah melemah ke posisi Rp 14.225 per dolar AS seiring kabar penyebaran virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Nilai tukar rupiah padaperdagangan di pasar spot, Senin (29/6) dibuka melemah 0,04% ke posisi Rp 14.225  per dolar Amerika Serikat (AS)t. Rupiah melemah seiring sentimen negatif pasar terkait potensi gelombang kedua wabah virus corona dunia. 

Mengutip Bloomberg, pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga terjadi bersamaan dengan sejumlah mata uang Asia. Ringgit Malaysia turun 0,05% diikuti dolar Taiwan 0,06% dan yen Jepang 0,03%. Sementara dolar Hong Kong dan yuan Tiongkok stagnan.

Adapun Baht Thailand naik 0,11% bersamaan dengan rupee India 0,03%, peso Filipina 0,23%, won Korea Selatan 0,15%, dolar Singapura 0,06%.

(Baca: Rupiah Menguat ke 14.109 per Dolar AS Imbas Data AS )

"Pagi ini kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah virus covid-19 yang terus meningkat dan second wave memberikan sentimen negatif ke aset berisiko," ujar Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjnedra kepada Katadata.co.id, Jumat (26/6).

Alhasil, permintaan terhadap aset dollar AS sebagai aset aman terindikasi meningkat dengan penurunan tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini di level 0,635%.

Kasus corona dunia terus mencatat peningkatan. Berdasarkan data Worldometers, total kasus positif virus corona di dunia mencapai 10,2 juta hingga pagi ini. Korban meninggal dunia mencapai 504 ribu orang, sementara yang sembuh 5,54 juta orang.

Ini berarti, ada lebih dari 4.700 orang meninggal dunia akibat Covid-19 setiap harinya, selama 1-27 Juni. Angka tersebut juga setara dengan 196 orang per jam, atau satu orang setiap 18 detik.

“Sekitar seperempat dari total kematian sejauh ini di Amerika Serikat (AS),” demikian dikutip dari Reuters, Senin (29/6).

(Baca: Korban Tewas 504 Ribu, Tiongkok Bawa Kabar Baik soal Vaksin Corona)

Sedangkan di dalam negeri, pemerintah mencatat jumlah kasus Covid-19 hingga Minggu (29/6) telah menembus 54 ribu kasus. Yang mana 2.754 orang meninggal dunia dan 22.936 pasien berhasil sembuh.

Kendati demikian, pemerintah terus berupaya menekan angka penyebaran wabah. Terlebih pusat wabah kini bergeser ke wilayah Jawa Timur dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak, melampui DKI Jakarta.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Surabaya pekan lalu bahkan telah mengultinatum, agar pemerintah daerah lebih fokus menekan angka penyebaran corona dalam dua minggu.  

Dengan sejumlah sentimen tadi, Ariston pun memprediksi rupiah hari ini masih akan bergerak melemah dengan rentang pergerakkan 14.100 hingga 14.300 per dolar AS.

Adapun laju perdagangan rupiah sejak pekan lalu bisa disimak dalam databoks berikut:

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan