Omzet Harian Sarinah Terjun Bebas Terdampak Corona, Hanya Rp 30 Juta
Omzet penjualan peritel pelat merah, PT Sarinah (Persero), turun hingga lebih dari 90% terimbas pandemi corona. Padahal, Direktur Ritel Sarinah Lies Permata Lestari mengatakan bahwa perusahaan biasanya bisa meraup omzet Rp 500 - 600 juta dalam sehari.
"Dengan kondisi (pandemi) seperti ini, perusahaan hanya bisa mencapai omzet sekitar maksimal Rp 30-an juta. Apalagi, terhitung sejak 25 Maret sampai 5 April, Sarinah tutup sementara," ujar Lies kepada Katadata.co.id, Kamis (26/3).
Dengan penjualan yang anjlok, Sarinah terancam tidak dapat mencapai target pertumbuhan di atas 20 % tahun ini. Namun Lies menegaskan bahwa untuk menyiasati turunnya penjualan, Sarinah akan memanfaatkan penjualan melalui platform daring atau online.
“Kami realistis, dengan kondisi seperti ini pastinya akan ada revisi target dan mungkin juga dilakukan oleh industri lain,” kata Lies.
(Baca: Virus Corona Masuk ke RI, Gerai Retail Diserbu Pembeli)
Meski demikian, Lies optimistis penjualan masih akan tumbuh meski tidak besar. Strateginya, memaksimalkan penjualan online melalui media sosial seperti Instagram, Facebook ataupun aplikasi Whatsapp Messenger.
Untuk mendukung program tersebut, perusahaan telah membentuk tim digital marketing yang dihuni oleh generasi milenial. “Untuk tetap produktif jualan dari rumah. Kita harus jeli melihat peluang pasar, bisa menyediakan home delivery services terhadap barang-barang yang demand-nya tinggi,” jelasnya.
Adapun, saat ini barang-barang yang masih laku dipasarkan yakni alat-alat kesehatan, minuman atau makanan yang bergizi tinggi, terutama yang memiliki khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, atau melawan virus.
“Seperti ada teh bunga telang yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, teh Savis yang ada kandungan antivirus, hand sanitizer, masker, yang banyak dicari dan dibutuhkan dalam situasi sekarang,” kata dia.
(Baca: Panik Belanja Akibat Wabah Corona, Peretail Jamin Stok Barang Cukup)