Pemkab Serang Pasok Air untuk Tujuh Kecamatan Terdampak El Niño
Pemerintah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, akan menyalurkan air ke sejumlah desa di tujuh kecamatan yang terancam kekeringan akibat fenomena El Niño.
Menurut catatan Pemkab, saat ini krisis air terjadi antara lain di Kecamatan Tirtayasa, Carenang, Petir, Binuang, Baros, dan Ciomas.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, seperti dikutip Antara, Selasa (18/8), mengatakan pihaknya telah meninjau titik lokasi kekeringan di Kampung Kuaron, Kecamatan Binuang; dan Kampung Periuk, Kecamatan Carenang.
"Yang utama kami berikan dan pastikan adalah penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air agar tepat sasaran," kata Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.
Bupati berjanji penyaluran air bersih ini menjadi prioritas yang akan terus digencarkan. Demi mempercepat dan memaksimalkan langkah penanganan krisis air di wilayah tersebut, Pemkab Serang telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan untuk satu bulan ke depan.
Hingga pertengahan Juli 2026, BMKG mencatat sekitar 54% dari total luas daratan Indonesia, telah memasuki musim kemarau. BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus.
Adapun El Niño 2026 diperkirakan memiliki intensitas yang sangat kuat, sehingga oleh sejumlah riset iklim terbaru dikategorikan sebagai “Super”.
Kuat-lemahnya El Niño ditentukan berdasarkan tingkat anomali suhu muka laut. Ia dikategorikan lemah ketika anomali berada pada kisaran +0,5 hingga +1 derajat Celsius; sedang +1 hingga +1,5 Celsius; dan kuat +1,5 hingga +2 Celsius. Anomali di atas +2 Celsius masuk kategori sangat kuat.
Merujuk pada data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), lembaga pemerintah Amerika Serikat yang bergerak di bidang cuaca, iklim, laut, dan atmosfer, anomali suhu akibat El Niño pada Juli 2026 telah melampaui level yang tercatat pada tiga episode El Niño terkuat sebelumnya, yakni 1982, 1997, dan 2015.
Karena prediksi kemarau dan kekeringan yang cukup panjang dari BMKG, Pemkab Serang mengimbau warganya untuk menggunakan air bersih sebijak mungkin. Rachmatuzakiyah juga meminta aparatur desa bergerak cepat jika ketersediaan air kembali menipis. "Silakan berkoordinasi dengan perangkat kami," ucapnya.
