BPBD Deteksi 49 Titik Panas di Gorontalo, Waspadai Potensi Kebakaran Hutan
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/wsj.
Pengunjung menikmati pemandangan pantai dan matahari terbenam di objek wisata Pantai Kurenai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Minggu (22/3/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mendeteksi 49 titik panas atau hotspot yang perlu diwaspadai. Temuan ini berdasarkan pemantauan satelit pada 19 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 15.00 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi mengatakan temuan tersebut akan menjadi bekal pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dari 49 hotspot, sebanyak 45 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan empat memiliki tingkat kepercayaan rendah. BPBD belum mendeteksi belum hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
“Hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu kita waspadai. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan," kata Rusli dikutip dari Antara.
Keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran. Meski demikian, fenomena tersebut adalah indikasi anomali suhu yang perlu dipantau.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan titik panas untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kebakaran hutan. Mereka juga meminta masyarakat tak melakukan pembakaran lahan maupun membuang sampah sembarangan terutama saat kondisi lahan kering.
"Jika api tidak terkendali, dampaknya bisa meluas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar,” kata Rusli.
Adapun, data sebaran hotspot tersebut bersumber dari pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20 dengan pengolahan data oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Reporter: Antara
