Pemprov Kaltim Klaim Karhutla Masih Terkendali, Modifikasi Cuaca Disiapkan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masih terkendali. Saat ini, statusnya masih pada tingkat siaga bencana.
"Titik-titik api di lapangan masih dapat dikondisikan dan dipadamkan secara berkala," ujar Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, di Samarinda, Senin (24/8).
Pemprov memantau hampir 200 titik api di wilayah Kaltim. Wilayah yang dinilai paling krusial dengan jumlah titik api tertinggi berada di Kabupaten Paser, Berau, dan Kutai Barat.
Untuk menekan meluasnya dampak karhutla, pemadaman terus dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, hingga unsur Masyarakat Peduli Api (MPA).
Seno mengakui bahwa tim gabungan kerap menghadapi sejumlah tantangan berat saat memadamkan api. "Kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah luas wilayah, kedalaman api, serta akses menuju lokasi kebakaran," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah berencana meminta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagi kabupaten/kota yang dinilai darurat.
Sebelumnya, Sabtu (22/8), OMC dilakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berhasil mendatangkan hujan hingga ke Kutai Kartanegara. Sebanyak 800 kilogram garam disemai di sejumlah titik yang memiliki potensi pertumbuhan awan untuk memicu hujan di wilayah terdampak kekeringan.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, mengatakan penyemaian dilakukan pada area sekitar 20–30 mil di utara IKN, termasuk di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku yang menjadi sumber cadangan air bagi kawasan tersebut.
Meski begitu, Seno memastikan Pemprov Kaltim bakal mengubah status kerawanan bencana karhutla menjadi darurat jika dibutuhkan dan melakukan penyesuaian untuk menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca terik dan tanpa awan hujan masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
