Pemkab Pati dan AEON Indonesia Bakal Buka Akses Pasar untuk UMKM Perikanan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, bekerja sama dengan AEON Indonesia untuk membuka peluang akses pasar modern bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor perikanan di daerah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan kemitraan dengan perusahaan besar seperti AEON Indonesia dapat membantu produk perikanan lokal menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kemitraan dengan perusahaan besar harus diarahkan untuk membuka pasar yang lebih luas bagi produk perikanan Pati. Kalau kerja sama ini berkembang, maka dapat menjadi percontohan bagi pasar modern yang lain untuk menggandeng produk-produk unggulan dari Kabupaten Pati,” kata Chandra dikutip dari Antara (27/8).
Kemitraan itu menjadi bagian dari Kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Pengembangan Kemitraan Usaha Kecil dengan Usaha Menengah dan Besar yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia di Pati, Kamis (27/8).
Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM perikanan Pati dipertemukan dengan calon mitra usaha, termasuk PT Perikanan Indonesia dan AEON Indonesia. Chandra mengatakan sejumlah produk perikanan unggulan Pati berpeluang masuk ke jaringan distribusi perusahaan besar. Produk tersebut antara lain udang, lele, nila, dan nila salin.
“Pasar juga perlu kita tingkatkan, terutama kerja sama dengan PT Perikanan dan AEON,” ujarnya.
Menurut Chandra, peningkatan produksi perlu diikuti dengan perluasan akses pasar agar produk perikanan UMKM memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
Pelaku UMKM juga membutuhkan dukungan pembiayaan, pengelolaan keuangan, dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memenuhi standar yang ditetapkan perusahaan besar.
Ia menilai potensi pengolahan hasil perikanan di Pati masih besar, tetapi belum seluruhnya dioptimalkan. Salah satu tantangannya adalah biaya produksi yang tinggi sehingga memengaruhi harga jual produk.
“Untuk nila salin, harga pakan yang tinggi menjadi kendala karena Harga Pokok Penjualan (HPP)-nya tidak menguntungkan. Hal yang sama juga terjadi pada budi daya lele dan bandeng,” ujar Chandra.
AEON Jadi Pintu Masuk Produk Unggulan Pati ke Pasar Modern
Chandra menyampaikan apresiasi atas dukungan dan peluang kerja sama yang diberikan AEON Indonesia. Ia menilai kemitraan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi produk unggulan Pati untuk menembus jaringan pasar modern.
Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian UMKM RI Yogia Prihartiny mengapresiasi sinergi Pemkab Pati, perangkat daerah, dan perusahaan dalam mempertemukan UMKM dengan calon mitra usaha.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Chandra ke Kementerian UMKM Republik Indonesia.
“Pelaku UMKM harus menjaga etika, kualitas, dan kuantitas produk ketika bekerja sama dengan mitra perusahaan besar,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Pati bersama Kementerian UMKM akan terus memperkuat kemitraan antara UMKM perikanan dengan perusahaan besar, termasuk PT Perikanan Indonesia dan AEON Indonesia.
Pelaku UMKM juga didorong meningkatkan kapasitas usaha, kualitas dan kuantitas produk, pengelolaan pembiayaan, serta memenuhi standar yang ditetapkan oleh mitra.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta narasumber dari PT Perikanan Indonesia dan PT AEON Indonesia. Peserta kegiatan merupakan pelaku UMKM sektor perikanan di Kabupaten Pati.

Produk UMKM Unggulan 