Dampak Erupsi Anak Krakatau Belum Reda, PJJ di Banten Diperpanjang hingga Jumat
ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/nz
Gubernur Banten Andra Soni (kanan) didampingi Kapolda Banten Irjen Pol Hengki (tengah) dan Kajati Banten Siswanto (kedua kanan) memeriksa pasukan sekaligus sarana serta prasarana saat apel kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, Kamis (18/9/2025).
Gubernur Banten Andra Soni memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK dan Sekolah Khusus (SKh) hingga Jumat (11/9). Perpanjangan dilakukan karena kualitas udara Banten belum aman sepenuhnya untuk PJJ.
Andra mengatakan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih terasa hingga saat ini. Dia menjelaskan, ada lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu abu vulkanik gunung tersebut.
Andra juga mengatakan, kasus ISPA dalam kondisi normal berada pada angka 2.000 kasus. Namun jumlah pasien penyakit tersebut naik menjadi 4.500 orang.
"Kami terus melakukan pemantauan. Sampai saat ini gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra." kata Andra Soni di Tangerang, Banten, Rabu (9/9) dikutip dari Antara.
Dia mengatakan, dari hasil peninjauan di pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, erupsi saat ini sudah menurun. Namun, masyarakat masih diwajibkan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Berbeda dengan Banten, Pemerintah Provinsi Jakarta tak lagi melanjutkan PJJ mulai hari ini. Ini karena situasi dari dampak erupsi Anak Krakatau sudah kembali normal.
Gubernur Pramono Anung juga merujuk pada berbagai indikator keamanan udara, salah satunya penerbangan yang sudah mulai aktif lagi. "Itu sebagai salah satu parameter," kata Pramono pada Selasa (8/9).
Reporter: Antara
