Kilang Kasim di Papua Kekurangan Pasokan Minyak

Anggita Rezki Amelia
29 Agustus 2017, 14:57
Kilang mini
Katadata

PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami kekurangan pasokan pada kilang mini Kasim di Sorong, Papua. Kilang tersebut saat ini hanya bisa beroperasi dengan kapasitas 6-7 ribu barel per hari (bph). Padahal kapasitasnya 10 ribu bph.

Direktur Pengolahan Pertamina Toharso mengatakan selama ini pasokan minyak untuk Kilang Kasim berasal dari lapangan yang dikelola Petrogas dan Pertamina EP. Lapangan minyak itu terletak di sekitar Kasim. (Baca: Dana Terbatas, Pertamina Jadwal Ulang Proyek Kilang)

Sebagai solusi  untuk memenuhi kebutuhan pasokan kilang, Pertamina akan mendatangkan minyak dari luar Sorong. Salah satu opsinya adalah mengambil bagian minyak Pertamina di Blok Cepu, dan beberapa blok lainnya. 

Sebelum pasokan minyak tambahan itu didatangkan dari luar Sorong, Pertamina juga perlu menyiapkan infrastrukturnya seperti tangki penyimpanan. Penambahan tangki bertujuan untuk mengoptimalkan produksi di kilang.  

Nantinya tambahan pasokan minyak dari Cepu dan beberapa lapangan Pertamina lainnya akan diangkut menggunakan tanker. Total minyak yang akan diangkut  untuk kebutuhan tambahan kilang Kasim rencananya sebesar 200 ribu bph yang akan tiba di Sorong  setiap 10-20 hari.

Agar optimal, tangki yang dibangun paling tidak memiliki kapasitas 400 ribu bph. "Supaya bisa operasi harus 400 ribu bph," kata Toharso. (Baca: Jonan Tugaskan Pertamina Buat Tangki BBM dan LPG dengan Dana Sendiri)

Adapun pembangunan tangki tersebut akan selesai akhir tahun depan. Saat ini Pertamina masih menyelesaikan izin untuk pembangunan tangki dan persiapan tender. Tender kontrak ditargetkan selesai akhir tahun ini. 

Dengan demikian, akhir tahun depan Kilang Kasim sudah bisa berproduksi penuh sesuai kapasitasnya 10 ribu bph.  Sayangnya Toharso belum mau menjelaskan berapa investasi yang akan dikeluarkan Pertamina membangun tangki tersebut. 

Di sisi lain, meski Kilang Kasim beroperasi, tapi belum bisa memenuhi kebutuhan BBM di wilayah timur Indonesia. Apalagi di wilayah Timur kebutuhan BBM mencapai 24 ribu bph yang mencakup Papua dan beberapa daerah di  Maluku. (Baca: Empat Daerah Rawan Kekurangan Pasokan BBM)

Jadi, untuk pasokan BBM di wilayah timur Indonesia, Pertamina tetap memasok dari luar kota. "Kebanyakan dari Balikpapan. Karena itu kan kilang terdekat," kata Toharso.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...