Pemerintah Pastikan Tarif Listrik dan BBM Tak Naik Awal Juli

Arnold Sirait
Oleh Arnold Sirait - Metta Dharmasaputra
21 Juni 2017, 07:00
Pelantikan Jonan & AT
Intan|Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan di Istana Negara, Jakarta, 13 Oktober 2016.

Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar bersubsidi pada 1 Juli mendatang. Selanjutnya, pemerintah akan mempertahankan, bahkan berupaya menurunkan tarif listrik hingga akhir tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memutuskan tarif listrik tersebut. "Juli sampai Desember 2017 setidaknya tidak akan ada kenaikan tarif listrik," katanya dalam acara buka puasa bersama wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/6).

Tak cuma mempertahankan tarif, Presiden malah berharap tarif listrik bisa turun hingga akhir tahun nanti. "Tarif justru akan turun terus," ujar Jonan. (Baca: Kementerian ESDM Luruskan 5 Fakta Keliru Tarif Listrik Naik)

Selain itu, menurut Jonan, Presiden menginginkan tidak ada kenaikan harga Premium pada 1 Juli nanti. Jadi, harga yang berlaku saat ini diharapkan tidak berubah hingga akhir September nanti. "Karena harga minyak ditinjau setiap tiga bulan sekali."

Sebelumnya sempat muncul wacana kenaikan harga Premium penugasan dan Solar subsidi lantaran harga minyak dunia cenderung naik dalam tiga bulan terakhir. Apalagi, berdasarkan catatan Katadata, PT Pertamina (Persero) mengaku berpotensi menderita rugi Rp 9,2 triliun sejak awal tahun gara-gara menjual dua jenis BBM itu di bawah harga keekonomiannya. 

(Baca: Sinyal Harga BBM Tetap, Sri Mulyani Minta Pertamina Tutup Defisit)

Di sisi lain, berkembang pula spekulasi belakangan ini bahwa tarif listrik akan kembali naik pada 1 Juli mendatang. Hal ini terkait dengan pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan kelompok daya 900 Volt Ampere (VA).

Mengacu kepada Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 yang diteken oleh Pelaksana tugas Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan, pengurangan subsidi listrik golongan 900 VA dilakukan secara bertahap setiap dua bulan hingga mencapai harga keekonomiannya pada tahun 2017 ini.

Namun, kebijakan ini hanya berlaku untuk 19 juta pelanggan 900 VA yang dinilai mampu. Adapun, 4,1 juta pelanggan 900 VA yang tak mampu dan 23,2 juta pelanggan daya 450 VA tetap mendapatkan subsidi dan tidak mengalami kenaikan harga listrik.

Pengurangan subsidi tersebut sudah dilakukan mulai 1 Januari lalu sehingga tarifnya menjadi Rp 774 per kWh. Selanjutnya, pada 1 Maret 2017 menjadi sebesar Rp 1.023 per kWh, kemudian 1 Mei lalu menjadi Rp 1.352 per kWh. Lalu, mulai 1 Juli nanti tarif listrik daya 900 VA untuk golongan mampu akan disesuaikan dengan tarif keekonomian yang ditetapkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

(Baca: Istana Sebut Banyak yang Salah Persepsi Soal Kenaikan Listrik)

Sesuai dengan Permen ESDM Nomor 28 tersebut, pemerintah memastikan pengurangan subsidi listrik secara bertahap hanya dilakukan sampai Mei 2017. Jadi, selanjutnya tidak ada lagi pengurangan subsidi yang dapat berdampak terhadap kenaikan tarif listrik.

Dalam materi presentasinya, Jonan menjelaskan tarif listrik daya 900 VA untuk golongan mampu pada periode Juli-September sama dengan periode Mei-Juni yaitu Rp 1.352 per kWh. Padahal, jika mengacu tarif listrik kelompok daya 1.300 VA ---yang persis di atas daya 900 VA--pada Juni lalu mencapai Rp 1.467 per kWh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, keputusan pemerintah mempertahankan tarif listrik, termasuk harga BBM, bertujuan menjaga stabilitas ekonomi. Sebab, kenaikan harga energi tersebut dapat memicu kenaikan harga barang-barang yang efek lanjutannya mengerek inflasi. Ujung-ujungnya, daya beli masyarakat menurun sehingga pemerintah kesulitan memacu pertumbuhan ekonomi.

Grafik: Jumlah Pelanggan Listrik Rumah Tangga yang Masih Bersubsidi 2017

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...