Kenaikan Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Tinggal Tunggu Keputusan Jokowi

Muhamad Fajar Riyandanu
25 April 2022, 15:04
harga bbm pertalite, harga lpg 3 kg, subsidi energi, jokowi
ANTARA FOTO/Ardiansyah/wsj.
Petugas melayani pengisian BBM di SPBU 24.351.126 Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (19/4/2022).

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan LPG 3 kilogram (kg) tinggal menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Presiden akan menentukan kenaikan kedua harga tersebut dalam rapat kabinet. 

Deputi Bidang Koordinasi dan Pengembangan Usaha Milik Negara, Riset, dan Inovasi Kemenko Perekonomian, Montty Girianna, mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menghitung potensi penambahan subsidi dan biaya kompensasi.

Adapun saat ini Kemenko Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan PT Pertamina tengah menggodok usulan besaran kenaikan harga Pertalite dan LPG 3 kg.

“Itu (kenaikan harga Pertalite dan LPG 3 kg) diputuskan pada saat rapat terbatas dengan Presiden," kata Montty dalam Energy Corner pada Senin (25/4/).

Selain itu, mereka juga melakukan perhitungan terkait berapa besaran bantalan sosial yang perlu disiapkan oleh pemerintah akibat kenaikan harga dua komoditas energi bersubsidi tersebut.

“Kemenkeu menghitung inflasi yang terjadi akibat kenikan harga dan merancang besaran bantalan sosial dari APBN. Sedangkan Kementerian BUMN memastikan Pertamina mampu untuk membeli BBM dan kemudian mendistribusikannya ke masyarakat,” ujar Montty.

Adapun faktor penentu lonjakan subsidi BBM dan LPG bertumpu pada harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS). Pasalnya, pembelian atau impor BBM oleh Pertamina mengacu pada MOPS.

"Dengan fluktuasi itu, kita lihat gap antara harga Pertalite dan harga keekonomian dan harga Solar. Lalu LPG, harga keekonomiannya makin ke sini, makin bengkak," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Montty menprediksi jumlah subsidi dan kompensasi BBM Pertalite, Solar subsidi dan LPG pada tahun 2022 melonjak hingga di angka Rp 350 triliun sampai Rp 400 triliun. Simak databoks berikut:

Halaman:
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...