Produksi Batu Bara 2023 Ditargetkan Naik 4,6%, Penuhi Kebutuhan PLN

Muhamad Fajar Riyandanu
21 Desember 2022, 11:22
batu bara, pln, listrik, pembangkit listrik
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (29/11/2022).

Kementerian ESDM menargetkan produksi batu bara sebanyak 694 juta ton pada 2023. Angka ini lebih tinggi 4,6% dari target produksi tahunan sejumlah 663 juta ton tahun ini.

Direktur Pembinaan Pengusaha Batu Bara, Lana Saria, mengatakan bahwa kenaikan target produksi batu bara pada tahun depan ditujukan untuk menjamin kebutuhan pasokan batu bara untuk pembangkitan listrik PLN yang mencapai 161,2 juta ton.

Advertisement

"Produksi batu bara Indonesia tahun 2023 direncanakan sebesar 694 juta ton. Kami menjamin pasokan PLN sebesar 161,2 juta ton dengan mencantumkan kewajiban pemenuhan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya perusahaan pertambangan," kata Lana lewat pesan singkat pada Rabu (21/12).

Dia mengatakan, Kementerian ESDM menjamin keamanan pasokan batu bara kepada PLN seiring implementasi Badan Layanan Umum (BLU) yang bakal berjalan efektif mulai Januari 2023. "Pemerintah mengupayakan mekanisme pemenuhan kebutuhan PLN dengan mekanisme BLU yang masih dipersiapkan pemerintah," ujar Lana.

Pada kesempatan tersebut, Lana melaporkan ekspor batu bara hingga triwulan tiga tahun ini mencapai 383,5 juta ton. Khusus untuk penjualan ke Eropa berada di angka 5,9 juta ton yang dikirim ke beberapa negara seperti Polandia, Belanda dan Italia.

Sebelumnya, PLN memproyeksikan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik pada 2023 mencapai 161,2 juta ton. Besaran ini untuk alokasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN sebesar 83 juta ton dan PLTU milik swasta atau Independent Power Producer (IPP) sebesar 78,2 juta ton.

Halaman:
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement