SKK Migas Integrasikan Produsen Lokal untuk Hasilkan Produk Baru

Intan Nirmala Sari
23 Januari 2023, 18:56
Dwi Soetjipto selaku Kepala SKK Migas memberikan paparan dalam acara Sarasehan Migas Nasional ke dua dengan tema "Tren Terkini, Peluang dan Terobosan Industri Migas Indonesia Akses Pendanaan Bagi Industri Hulu Migas Indonesia" di Wisma Utama, Jakarta (1
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Dwi Soetjipto selaku Kepala SKK Migas memberikan paparan dalam acara Sarasehan Migas Nasional ke dua dengan tema "Tren Terkini, Peluang dan Terobosan Industri Migas Indonesia Akses Pendanaan Bagi Industri Hulu Migas Indonesia" di Wisma Utama, Jakarta (10/10/2019).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas akan mengintegrasikan kemampuan para produsen lokal untuk menghasilkan produk baru, yang mampu menjawab kebutuhan industri hulu migas nasional.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menilai jika kapasitas produsen lokal diintegrasikan, maka produk-produk penunjang hulu migas buatan dalam negeri yang memenuhi standar internasional akan lebih banyak lagi.

"Tentunya akan mendukung pencapaian target produksi minyak satu juta barel per hari (BOPD), dan produksi gas 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030," katanya dalam keterangan resmi dilansir dari Antara, Senin (23/1).

Selain untuk mendongkrak kinerja hulu migas dalam memenuhi target produksi migas, Dwi mengatakan pengembangan kandungan lokal di industri hulu migas akan berdampak ganda bagi perekonomian nasional.

"Di sana, ada perluasan kesempatan berusaha dan penyerapan tenaga kerja lokal," ujarnya.

Sementara, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko mengatakan pada 2022, SKK Migas melakukan bussiness match making (menyatukan) para pabrikan atau penyedia jasa lokal. Selain itu, juga memfasilitasi mereka agar kualitas produk atau jasanya bisa naik kelas.

Menurut Rudi, jika kapasitas produsen dipertemukan dan dikembangkan, maka akan melahirkan lebih banyak produk penunjang hulu migas berstandar internasional. "Barang produksi ini kemudian akan menjadi barang wajib lokal. Artinya, semua operator hulu migas (kontraktor kontrak kerja sama/KKKS) tidak boleh lagi mengimpor," katanya.

Menurut Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, pemutakhiran kajian akan mengukur dampak berganda yang tercipta dari aktivitas industri hulu migas, terutama setelah adanya peningkatan kapasitas dari para pelaku industri penunjangnya.

"Saya optimistis dengan pelaksanaan program peningkatan kapasitas nasional yang masif sejak 2015, dampak berganda yang tercipta jauh lebih besar dari sebelumnya," ujar Erwin.

Sebelumnya, pada 2022, SKK Migas membawa 20 perusahaan, termasuk operator migas (KKKS) dan penyedia jasa industri migas dalam negeri ke ajang Oil and Gas Asia (OGA) di Malaysia. SKK Migas juga memfasilitasi sembilan pabrikan lokal untuk unjuk kemampuan di ajang Abu Dhabi International Petroleum and Conference (ADIPEC).

Untuk mendorong realisasi target produksi migas 2030, SKK Migas kembali mengadakan kegiatan forum kapasitas nasional (kapnas) pada pertengahan 2023. Acara tersebut mengusung tema "Pengembangan Integrasi Kapabilitas Dalam Negeri dalam rangka Peningkatan Kapasitas Nasional".

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...