Harga Minyak Indonesia Naik 8,2% Imbas Penurunan Produksi Arab Saudi

Muhamad Fajar Riyandanu
14 Agustus 2023, 09:25
Harga minyak mentah
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Produksi minyak mentah Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) bulan Juli menjadi US$ 75,06 per barel. Nilai ini naik 8,2% dari harga bulan sebelumnya di level US$ 69,36 per barel.

Peningkatan harga ICP sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional. Kenaikan harga secara global ditopang adanya indikasi terhadap pengetatan pasokan minyak global, seiring pemotongan produksi OPEC+ terutama Arab Saudi dan Rusia.

Sentimen kenaikan harga minyak mentah global juga dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa pengetatan kebijakan yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) dan Eropa akan berakhir. Selain itu juga ada tambahan stimulus pada perekonomian Cina.

Tim Harga Minyak Mentah Indonesia dalam Executive Summary menyampaikan bahwa peningkatan harga minyak mentah dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan minyak mentah dan kondisi perekonomian global. Adapun penetapan ICP Juli 2023 tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 272.K/MG.03/DJM/2023 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Juli 2023 tanggal 1 Agustus 2023.

Tim Harga Minyak Mentah Indonesia mencatat kondisi pasokan minyak mentah global saat ini dipengaruhi oleh langkah Arab Saudi yang diperkirakan melanjutkan pengurangan produksi secara sukarela hingga September 2023. Fluktuasi pasokan minyak mentah dunia juga dipengaruhi oleh komitmen Rusia pada kebijakan pemotongan pasokan OPEC+ yang ditandai dengan penurunan ekspor minyak mentah yang mencapai level terendah dalam tujuh bulan terakhir. 

Prediksi Penurunan Pasokan Minyak 

Faktor lain yang turut berpengaruh adalah penurunan jumlah oil rig aktif di AS yang mencapai level terendah sejak Maret 2022. International Energy Agency (IEA) dan Energy Information Administration (EIA memproyeksikan akan terjadi penurunan pasokan minyak mentah pada paruh kedua 2023.

EIA menambahkan potensi berlanjutnya penurunan pasokan minyak mentah hingga lima  kuartal berikutnya serta potensi penurunan stok minyak mentah AS yang dimulai pada Q3-2023 hingga Q4-2024. Di sisi lain, kondisi permintaan minyak mentah global dipengaruhi oleh peningkatan permintaan minyak dari sektor transportasi selama summer driving season serta rencana pengisian kembali cadangan minyak strategis AS.

IEA memperkirakan peningkatan permintaan minyak global tahun 2023 naik 2,2 juta barel per hari (bph) hingga mencapai rekor 102,1 juta bph. Faktor lainnya yakni peningkatan margin kilang hasil dari menguatnya crack spread untuk produk gasoline, middle distillate dan, terutama, fuel oil, seiring peningkatan permintaan fuel oil selama musim panas untuk kebutuhan pembangkit listrik di Timur Tengah.

Peningkatan harga minyak mentah akibat perekonomian global, diantaranya karena pertumbuhan GDP AS pada Q2-2023 melebihi 2,4 persen, yang menunjukkan ekonomi AS  relatif kuat meskipun ada serangan agresif dari pengetatan kebijakan Federal Reserve.

Indikator lainnya, ketahanan ekonomi beberapa negara di zona Eropa pada Q2-2023 saat sejumlah indikator terkait manufaktur dan jasa menunjukkan perlemahan. “Pemerintah China berjanji memberikan tambahan stimulus untuk memperkuat pemulihan pasca-Covid-19 setelah pertumbuhan perekonomian negara tersebut melemah pada Q2-2023,“ kata Tim Harga.

Peningkatan Harga Minyak Mentah untuk kawasan Asia Pasifik, selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh permintaan minyak mentah yang kuat dari kilang-kilang China dan India, terutama untuk minyak mentah Rusia yang harganya lebih murah.

Perkembangan harga minyak mentah bulan Juli 2023 dibandingkan Juni 2023, sebagai berikut :

  • Dated Brent naik sebesar US$5,35/bbl dari US$74,70/bbl menjadi US$80,05/bbl.
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$5,77/bbl dari US$70,27/bbl menjadi US$76,04/bbl.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$5,18/bbl dari US$74,98/bbl menjadi US$80,16/bbl.
  • Basket OPEC naik sebesar US$5,61/bbl dari US$75,19/bbl menjadi US$80,80/bbl.
  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik sebesar US$5,70/bbl dari US$69,36/bbl menjadi US$75,06/bbl.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...