Capaian Lifting Migas di Bawah Target, SKK Migas: Ada Kendala Produksi

Mela Syaharani
30 November 2023, 14:50
lifting migas, skk migas, produksi migas
SKK Migas
SKK Migas - KKKS Bumi Siak Pusako menggelar syukuran atas selesainya pengeboran sumur eksplorasi Nuri-1X yang berada di Dusun Plambayan, Provinsi Riau (29/12/2022).

SKK Migas mengakui bahwa kinerja lifting minyak dan gas bumi (migas) hingga Oktober 2023 kurang optimal. Hal ini disebabkan adanya kendala teknis dari fasilitas produksi di lapangan.

Lifting minyak tercatat 604.300 barel per hari (bph), 91.6% dari target APBN 2023 sebesar 660 ribu bph. Sedangkan lifting gas dalam APBN 2023.sedangkan lifting gas 5.353 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), 86,9% dari target APBN 6.160 MMscfd.

Advertisement

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa lifting migas sampai semester I bisa dipertahankan capaian lifting di angka 620 ribu bph, bahkan ditargetkan dapat terus meningkat.

“Kemudian pada triwulan III kami mengalami musibah bocornya pipa pipa dari aging facilities,” kata Dwi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI pada Kamis (30/11).

Kebocoran pipa ini terjadi di Blok Oses dan Blok ONWJ. Kondisi ini diperparah dengan terbakarnya kabel power. “Sehingga kami harus harus me-reload metode mode off electricity yang tadinya gunakan kabel kemudian jadi gas,” ucapnya.

Perubahan dari kabel menjadi gas ini membuat SKK Migas akhirnya membelokkan suplai gas ke Oses dengan jumlah yang cukup besar dari produksi pada triwulan III tahun ini. Dwi menyebut permasalahan ini sudah diselesaikan, hanya menunggu kelanjutan recovery.

Dia juga menjelaskan permasalahan ini sudah dirapatkan dengan Menteri ESDM. “Aging facility yang kritis tadinya ditargetkan selesai 2026 sudah dipercepat 2025, tapi terakhir Pertamina berkomitmen untuk selesaikan pada akhir 2024,” kata dia.

Selain kebocoran pipa, lifting juga terkendala akibat keterlambatan operasi proyek-proyek besar akibat pengaruh pandemi. “Karena proyek besar seperti Train 3 maupun JTB (Jambaran Tiung Biru), paling tidak kira-kira dua tahun proyek ini tergeser,” ujar Dwi.

Halaman:
Reporter: Mela Syaharani
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement