ESDM: Tambang Batu Bara Bawah Tanah akan Jadi Tren Baru di Indonesia

Mela Syaharani
27 Desember 2023, 11:17
tambang batu bara, kementerian esdm
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Sebuah truk pengangkut batu bara melintasi jalan tambang batu bara di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Rabu (7/7/2021).

Kementerian ESDM meresmikan kegiatan produksi pertama tambang batu bara bawah tanah PT. Sumber Daya Energi (SDE) di Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (18/12).

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif memprediksi tren tambang bawah tanah akan semakin banyak di masa mendatang mengingat semakin sedikitnya cadangan yang dekat dengan permukaan tanah.

"Meski tambang bawah tanah memiliki tantangan berupa biaya investasi yang relatif besar, teknologi yang semakin canggih dan ketersediaan sumber daya manusia namun memiliki peluang pengurangan risiko dampak lingkungan dimana dampak lingkungan yang muncul lebih kecil dari tambang permukaan," ujarnya, dikutip Rabu (27/12).

Biaya operasi yang lebih tinggi ini lantaran adanya tambahan biaya untuk ventilasi dan penyanggaan pada tambang batu bara bawah tanah. Sehingga perkiraan biaya ini dua kali lebih mahal dibandingkan tambang terbuka. Bahkan, biaya modal/kapital tambang bawah tanah kira-kira 3-4 kali lebih mahal dibandingkan tambang terbuka.

"Biaya penambangan bawah tanah memang lebih besar dari tambang terbuka, tapi dengan adanya disruption technologies beberapa biaya bisa terpangkas terbuka," lanjut Irwandy.

Irwandy menjelaskan, peluang tambang batu bara bawah tanah menjadi tren didukung oleh beberapa hal. Mulai dari semakin berkurangnya deposit (cebakan) berkadar tinggi pada atau dekat permukaan untuk ditambang.

Kemudian pengetatan dan pembatasan mengenai masalah-masalah lingkungan, serta berkurangnya mobilitas peralatan mekanik pada tambang terbuka apabila penambangan semakin dalam.

Tambang batu bara bawah tanah di Indonesia masih memiliki potensi sangat besar dan tersebar di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Potensi tersebut misalnya di Barito & Asam-Asam Basins dengan 6 Block yang ada potensi yang terdapat didalamnya dengan total potensi 530.711 MTon.

Kemudian di Kutai dan Tarakan Basins dari 13 Block yang ada terdapat potensi 12,344.515 MTon. Tidak lupa juga di South Sumatra Basins dari 20 Block yang ada terdapat potensi total 20,658.330 MTon batubara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...