Usai Dicopot, Eks Menteri ESDM Arifin Tasrif Ingin Jadi Petani

Ringkasan
- Mantan Menteri ESDM Arifin Tasrif berencana menjadi petani di Jawa Barat setelah menjabat selama empat tahun 10 bulan.
- Dalam serah terima jabatan, Arifin menyampaikan dokumen hasil kerjanya dan berharap dapat mempercepat pengambilan kebijakan oleh Menteri ESDM yang baru, Bahlil Lahadalia.
- Kementerian ESDM dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya alam, terutama di tengah penurunan produksi minyak dalam negeri.

Menteri ESDM periode 2019-2024 Arifin Tasrif mengatakan ingin menjadi petani setelah tidak lagi menjabat. Dia bersyukur telah menyelesaikan jabatannya selama empat tahun 10 bulan.
“Habis ini istirahat dulu sebentar, setelah itu membuat aktivitas kecil-kecilan. Ingin jadi petani di Jawa Barat, bukan di Bandung. Pokoknya perbanyak kegiatan sosial,” ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM pada Senin (19/8).
Arifin Tasrif baru saja dicopot sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo per hari ini. Dia digantikan oleh Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Investasi sejak 2019.
Pria berusia 71 tahun ini menyerahkan menyerahkan dokumen hasil kerjanya dengan harapan dapat menjadi bahan akselerasi pengambilan kebijakan Menteri ESDM yang baru.
“Saya ucapkan selamat kepada Bapak Menteri dan selamat bekerja. Kami yakin di bawah kepemimpinan Pak Bahlil, sektor ESDM akan dapat mencapai kinerja yang jauh lebih baik,” ujarnya dalam acara serah terima jabatan di Kementerian ESDM pada Senin (19/8).
Dalam pidato terakhirnya, Arifin mengatakan kedepannya tugas-tugas Kementerian ESDM akan semakin menarik dan terdapat banyak tantangan.
“Kita harus upayakan untuk bisa memaksimalkan potensi sumber-sumber cadangan minyak dan gas bumi serta menemukan potensi-potensi baru untuk mineral-mineral kita yang masih terdata di lapangan-lapangan Greenfield,” ujar dia.
Arifin menyebut Kementerian ESDM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan sumber alam yang ada.
Terlebih dengan adanya pertumbuhan konsumsi migas yang dihadapkan dengan penurunan produksi minyak dalam negeri.