ESDM Targetkan Tambahan Lifting 15 Ribu Barel dari Sumur Minyak Rakyat
Pemerintah menargetkan tambahan lifting minyak sebanyak 15 ribu barrel per hari dari legalisasi pengeboran sumur-sumur minyak masyarakat. Penambahan lifting minyak dari sumur-sumur masyarakat diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 dan mulai diterapkan akhir tahun ini.
“Dengan adanya legalitas ini diharapkan ada tambahan lifting minyak sekitar 10 ribu sampai 15 ribu barel per hari,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Selasa (1/7).
Dia mengatakan langkah legalisasi sumur minyak masyarakat merupakan strategi pemerintah dalam meningkatkan lifting minyak nasional. Per Mei 2025, realisasi lifting minyak nasional baru mencapai 580 ribu barel per hari dari target APBN 2025 yang mencapai 605 ribu bph.
“Jadi upaya peningkatan produksi migas dalam negeri kita menargetkan pada 2029-2030 tingkat produksi minyak bumi dalam negeri itu diharapkan lebih dari 1 juta barel. Dengan realisasi saat ini berarti kita harus meningkatkan lifting sekitar 400 ribu barel per hari,” kata Yuliot.
Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 mengatur tata kelola sumur minyak agar lebih tertib dan aman. Sumur-sumur minyak masyarakat ini akan dikelola oleh koperasi atau badan usaha, baik UMKM atau BUMD yang bekerja sama dengan KKKS terdekat.
Jika sumur berada dalam wilayah kerja KKKS, maka operator wajib menjalin kerja sama dan membeli hasil produksi masyarakat. Skema ini ditujukan untuk mencegah praktik ilegal refining dan menjamin kualitas hasil produksi.
Dia menegaskan beleid ini juga dikeluarkan untuk menertibkan sumur-sumur minyak masyarakat yang tidak memenuhi standar pengolahan minyak bumi yang baik. Jika tidak memenuhi standar, kata Yuliot, maka akan berdampak buruk bagi masyarakat, baik yang mengonsumsi, kinerja mesin atau kendaraan.
“Jadi kita mengharapkan dengan adanya hasil yang dibeli oleh perusahaan KKKS, justru tidak ada lagi perusahaan-perusahaan ilegal yang melakukan pengolahan terhadap minyak yang dihasilkan oleh masyarakat ini,” katanya.
