ESDM Panggil Perusahaan SPBU Swasta, Sebut Pertamina Sanggup Suplai BBM
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan PT Pertamina (Persero) telah menyanggupi rencana untuk menyuplai bahan bakar minyak (BBM) dari kilang mereka ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik badan usaha swasta.
“Pertamina menyanggupi, tinggal diatur saja mekanismenya seperti apa,” kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Selasa (9/9).
Dia tidak menjelaskan lebih lanjut mekanisme teknis apa saja yang perlu diatur untuk menjalankan rencana suplai ini. Menurutnya, rencana ini masih dalam tahap diskusi dan dikembalikan ke masing-masing badan usaha SPBU swasta.
“Sesuai dengan yang Pak Menteri sampaikan, business to business saja mekanismenya dengan Pertamina,” ucapnya.
Kementerian ESDM pagi ini memanggil seluruh Badan Usaha SPBU Swasta dan Pertamina untuk melakukan rapat di Direktorat Jenderal Migas, terkait pembahasan kelangkaan BBM.
Anggia menyebut dalam rapat tersebut Kementerian ESDM mendengarkan perhatian dari SPBU Swasta. “Pemerintah dalam hal ini juga pasti menjaga iklim investasi, untuk solusinya masih dalam tahap diskusi saat ini,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan hingga saat ini pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor 10% untuk tahun ini sehingga jumlah kuota impor yang disetujui sampai 110%.
Penyebab BBM SPBU Swasta Langka
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut kelangkaan BBM SPBU swasta disebabkan adanya peningkatan pola shifting atau pergeseran konsumsi BBM, dari subsidi menjadi non-subsidi.
“Pertamina kan mewajibkan untuk menggunakan QR code, masyarakat perlu mendaftar sehingga mungkin CC kendaraan tidak sesuai. (Akhirnya terjadi) pergeseran yang tadinya konsumen BBM subsidi Pertalite menjadi non-subsidi,” kata Yuliot di gedung DPR RI, Rabu (3/9).
Berdasarkan perhitungannya, total pergeseran konsumsi dari BBM subsidi ke non-subsidi mencapai 1,4 juta kiloliter. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut periode waktu volume pergeseran konsumsi tersebut.
“Jadi itu yang menyebabkan ada peningkatan permintaan untuk BBM di badan usaha swasta,” ujarnya.
