Harga Minyak Dunia Naik 3% Usai Trump Sanksi Perusahaan Minyak Terbesar Rusia
Harga minyak dunia melonjak 3% pada Rabu malam (22/10), usai pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi tambahan terhadap dua perusahaan minyak mentah Rusia yang terbesar yakni Rosneft dan Lukoil.
Sanksi ini diberikan karena menurut pemerintah Amerika Serikat (AS), tidak ada komitmen serius dari Rusia terhadap proses perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.
“Sekarang saatnya menghentikan pembunuhan dan melakukan gencatan senjata dengan segera,” kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent saat mengumumkan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil dikutip dari CNBC, Kamis (23/10).
Harga minyak mentah berjangka Brent naik US$ 1,83 atau 2,92% menjadi US$ 64,42 per barel. Sementara itu minyak mentah AS naik US$ 1,74 atau 2,97% menjadi US$ 60,24 per barel.
Kendati demikian, di sepanjang perdagangan hari Rabu, harga Brent naik 2% dan ditutup pada US$ 62,59 per barel, kemudian minyak mentah AS naik 2,2% dan ditutup US$ 58,50 per barel.
“Departemen Keuangan siap mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan untuk mendukung upaya Presiden Trump mengakhiri perang lainnya. Kami mendorong sekutu kami untuk bergabung dan mematuhi sanksi ini,” kata Bessent.
Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa sanksi baru ini akan merugikan kemampuan Kremlin untuk mengumpulkan pendapatan guna membiayai perang melawan Ukraina.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa sanksi baru ini terkait dengan gagalnya rencana pertemuan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Rusia Vladimir Putin di Budapest.
Trump juga berusaha menekan India untuk menghentikan pembelian minyak Rusia. Ini karean India merupakan salah satu pembeli terbesar ekspor minyak mentah Rusia.
Harga minyak mentah AS telah turun 16% tahun ini dan Brent turun hampir 14%. Organisasi negara pengekspor minyak dunia dan sekutunya atau OPEC+, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, telah meningkatkan produksi selama berbulan-bulan.
Ketegangan perdagangan yang disebabkan oleh tarif Trump juga telah menimbulkan kekhawatiran di pasar minyak bahwa pertumbuhan ekonomi akan melambat dan merugikan permintaan minyak mentah.
