Kredit Karbon Baru Pertamina NRE Ludes Terjual 90% dalam Waktu Singkat

Mela Syaharani
18 November 2025, 10:48
Pertamina NRE menduduki posisi ke-3 terbaik untuk nilai ESG di sektor IPP & Traders.
Dok. Pertamina
Pertamina NRE menduduki posisi ke-3 terbaik untuk nilai ESG di sektor IPP & Traders.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) telah menerbitkan kredit karbon baru dengan total volume 35.475 ton CO2e. Dari total volume tersebut, sebanyak 32.060 ton CO2e atau 90,4% telah terjual. Pembeli kredit karbon ini merupakan perusahaan nasional dari berbagai sektor seperti perbankan, perdagangan, dan industri ekstraktif.

“Kami tidak menyangka kredit karbon yang baru diterbitkan ini terserap begitu cepat oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan kredit karbon di Indonesia sangat tinggi,” kata CEO Pertamina NRE, John Anis dalam siaran pers, dikutip Selasa (18/11).

Kredit karbon ini bersumber dari pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Dengan kredit karbon ini, Pertamina NRE menurunkan emisi setara lebih dari 8.000 mobil berbahan bakar bensin atau pengurangan emisi yang setara dengan penanaman 570.000 pohon per tahun.

PLTBg Sei Mangkei beroperasi sejak 2020 dan merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina NRE dengan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III). Kredit karbon ini menggunakan teknologi covered lagoon, dihitung dari pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau biasa disebut palm oil mill effluent (POME) dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga biogas yang merupakan energi terbarukan.

“Kami optimistis perdagangan karbon nasional akan berkembang pesat, terlebih ketika regulasinya semakin matang,” ujarnya.

Dia menyampaikan melalui kredit karbon, masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk melakukan “offsetting” atau kompensasi karbon. Membantu upaya dekarbonisasi atau mengurangi dampak emisi karbon. 

John juga mengapresiasi langkah pemerintah menandatangani kesepakatan saling pengakuan (mutual recognition agreement/MRA) dengan lembaga-lembaga standar karbon internasional seperti Gold Standard dan Verra, sehingga membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk untuk berkontribusi di pasar karbon global.

Selain itu, dia menyebut Pertamina NRE telah menjual habis kredit karbon perdananya dengan volume 864.209 ton CO2e yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) area Lahendong unit 5 dan 6. Perdagangan kredit karbon ini memiliki peran strategis untuk mendukung bursa karbon (IDXCarbon) yang diluncurkan pemerintah pada September 2023.

“Dengan portofolio energi terbarukan yang dikelola, Pertamina NRE akan secara aktif menerbitkan lebih banyak kredit karbon. Selain dari PLTBg Sei Mangkei, Pertamina NRE akan segera menerbitkan kredit karbon Volume 3 dari PLTP area Lahendong Unit 5 dan 6 dengan volume estimasi 465.131 ton CO2e,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...