Bahlil: Impor Minyak - BBM Bagian dari Kesepakatan Tarif AS Mulai Jalan Desember

Muhamad Fajar Riyandanu
18 November 2025, 18:08
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025).
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nym.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pengiriman minyak mentah maupun bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS) akan mulai berlangsung pada Desember tahun ini.

Ketentuan ini merupakan salah satu rangkaian kesepakatan negosiasi tarif impor resiprokal atau timbal balik 19% yang ditetapkan AS kepada Indonesia.

"Kalau LPG kan sudah berjalan, kemudian minyak kemungkinan besar di Desember ini sudah bisa ada yang start dari sana (AS)," kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (18/11).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memungkinkan PT Pertamina membeli energi dari perusahaan tanpa melalui proses lelang atau bidding.

Ia menjelaskan kebijakan itu merupakan bagian dari kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan AS. “Karena ini bagian dari reciprocal tariff. Jadi ini hanya untuk perusahaan AS, tanpa bidding,” ujar Airlangga dalam konferensi pers 13th US–Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11).

Airlangga menuturkan proses negosiasi antara Indonesia dan AS mengenai pembebasan tarif sejumlah komoditas unggulan kini memasuki tahap final. Pemerintah menargetkan seluruh proses dapat selesai tahun ini.

Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan pemerintah berencana mengerek porsi impor minyak mentah, liquefied petroleum gas atau LPG hingga BBM US$ 10 miliar atau Rp 168,56 triliun dari AS.

Menurut Bahlil, pemerintah berencana menaikan porsi impor LPG dari AS hingga 80%-85% untuk kebutuhan nasional. “Sekarang kan 54% impor LPG dari Amerika,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (17/4).

Selain itu, pemerintah berencana menambah volume impor minyak mentah dari AS hingga 40% dari total kebutuhan dalam negeri. Menurut Bahlil, Indonesia baru membeli minyak mentah dari AS sekitar 4% untuk pemenuhan domestik.

Ia menambahkan, pemerintah tidak akan menambah kuota impor nasional. Peningkatan impor produk petroleum dari Amerika Serikat dilakukan dengan mengalihkan kuota impor dari negara lain.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan volume pembelian minyak dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara bakal dikurangi seiring rencana peningkatan impor dari Amerika.

“Tinggal dipindah saja ke Amerika. Itu tidak membebani APBN dan tak menambah kuota impor. Ini persoalan dagang, tidak ada kewajiban bahwa harus sama dengan yang sekarang,” ujar Bahlil.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...