Stok BBM Digenjot, Pertamina Bersiap Hadapi Lonjakan Konsumsi Nataru–Ramadan

Andi M. Arief
25 November 2025, 17:36
Petugas melakukan monitoring proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ke mobil tangki di Integrated Terminal Dumai, Dumai, Riau, Jumat (17/10/2025). PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Dumai setiap hari mampu mendistribusika
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Petugas melakukan monitoring proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ke mobil tangki di Integrated Terminal Dumai, Dumai, Riau, Jumat (17/10/2025). PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Dumai setiap hari mampu mendistribusikan BBM jenis pertalite dan biosolar sebanyak 2.900 kilo liter ke SPBU yang ada di wilayah Riau dan Sumatera Bagian Utara, jumlah tersebut belum termasuk pemenuhan kebutuhan industri.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menyatakan PT Pertamina telah mempersiapkan strategi pengamanan stok energi hingga Maret 2026. Hal tersebut penting lantaran jarak antara Musim Liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan Ramadan 2026 kurang dari tiga bulan.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan Pertamina telah mempertimbangkan kebutuhan pada Lebaran 2026 saat menjaga pasokan dalam menghadapi Nataru 2025/2026. Sebab, Pertamina telah menjadwalkan pengoperasian Satuan Tugas Nataru 2025/2026 hingga 11 Januari 2026, sedangkan Ramadan 2026 akan dimulai pada 18 Februari 2026.

"Karena itu, Pertamina juga sudah mengantisipasi pasokan untuk menghadapi Ramadan 2026 karena waktunya berdekatan dengan Nataru 2025/2026," kata Anggia di Kementerian ESDM, Selasa (25/11).

Alhasil, Anggia menyampaikan Pertamina telah mengamankan ketersediaan BBM hingga awal tahun depan. Seperti diketahui, Pertamina akan menaikkan cadangan BBM nasional menjadi sekitar 20 hari pada akhir pekan lalu, Minggu (23/11).

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra berencana menambah cadangan Pertalite nasional sejumlah 1,4 juta kiloliter untuk menghadapi Nataru 2025/2026. Langkah tersebut akan dilakukan dengan peningkatan produksi domestik dan impor.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mendata stok cadangan Pertalite sampai akhir tahun masih sangat cukup, yakni mendekati tiga juta kiloliter. Sebab, prognosa realisasi konsumsi Pertalite sampai akhir tahun ini hanya 90,43% dari total kuota 31,13 juta kiloliter.

"Selain dari produksi dalam negeri, kami ada tambahan impor Pertalite untuk menaikkan ketahanan stok nasional lebih dari 21 hari. Kami mengusahakan ketahanan Pertalite nasional menjadi 22 hari sampai 23 hari pada akhir tahun ini," kata Ega di Gedung DPR, Senin (24/11) malam.

Ega juga berencana menambah ketahanan Pertamax Turbo melalui peningkatan produksi domestik dan impor pada akhir tahun ini. Menurut dia, Pertamina Patra Niaga akan menambah produksi Pertamax Turbo dari dua kilang, yakni Kilang Cilacap dan Kilang Balongan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman mencatat ketahanan stok BBM nasional kini telah naik menjadi 20,2 hari sejak kemarin, Minggu (23/11). Menurut dia, angka ini harus mencapai setidaknya 21,08 hari lantaran momentum musim liburan Nataru 2025/2026 berdekatan dengan Ramadan 2026.

"Posko Nataru 2025/2026 akan dilaksanakan lebih awal dan selesai lebih akhir dari tahun lalu. Sebab, jarak antara Nataru 2025/2026 dan Lebaran 2026 berdekatan, sehingga stok BBM nasional harus kami jaga stabil akhir tahun ini dan awal 2026," kata Laode.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...