Trump Sebut AS akan Manfaatkan Cadangan Minyak Venezuela usai Tangkap Maduro

Ameidyo Daud Nasution
4 Januari 2026, 09:58
trump, maduro, venezuela
Youtube/White House
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di KTT ASEAN, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/8). Foto: Youtube/White House
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Militer Amerika Serikat (AS) telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi pada Sabtu (3/1) dinihari. Presiden AS Donald Trump mengatakan Negeri Abang Sam akan memimpin Venezuela untuk sementara waktu dan akan memanfaatkan cadangan minyak negeri Amerika Latin tersebut.

Berbicara kepada wartawan beberapa jam setelah penangkapan Maduro, Trump mengungkapkan rencananya untuk menjual sejumlah besar minyak Venezuela ke negara lain.

“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (4/1).

Maduro dan istrinya, yang ditangkap semalam dari rumah mereka dibawa ke atas kapal perang AS USS Iwo Jima. Maduro akan menghadapi tuntutan hukum atas dakwaan Departemen Kehakiman AS yang menuduh mereka berpartisipasi dalam terorisme narkoba pada 2020.

Namun, Departemen Kehakiman merilis dakwaan baru terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang menggambarkan rezim tersebut sebagai pemerintahan yang korup dan tidak sah. Pemerintah AS tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin negara tersebut.

VENEZUELA-RELIGION/BEATIFICATION
VENEZUELA-RELIGION/BEATIFICATION (ANTARA FOTO/REUTERS/Miraflores Palace/Marcelo Garcia/Handout /hp/cf)

Operasi tersebut menyusul upaya berbulan-bulan pemerintahan Trump untuk menekan pemimpin Venezuela. AS telah mengerahkan pasukan di perairan lepas pantai Amerika Selatan dan menyerang kapal-kapal di Pasifik timur dan Karibia yang dituduh membawa narkoba.

Pekan lalu, CIA berada di balik serangan pesawat tak berawak di area dermaga yang diyakini telah digunakan oleh kartel narkoba Venezuela. Operasi ini merupakan serangan langsung pertama di Venezuela sejak AS memulai serangan pada bulan September 2025.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan pasukan AS telah berlatih manuver gabungan selama berbulan-bulan. Mereka mempelajari segala hal tentang Maduro, mulai dari makanan kegemarannya hingga detail tentang pakaian dan hewan peliharaannya.

“Bukan untuk melakukannya dengan benar, tetapi untuk memastikan kami tidak dapat melakukan kesalahan,” kata Caine.

Serangan AS berlangsung kurang dari 30 menit, dan ledakan-ledakan tersebut membuat orang-orang di Ibu Kota Venezuela, Caracas, bergegas ke jalanan. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan sejumlah warga sipil hingga personel militer tewas dalam aksi AS tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...