Chevron dan ConocoPhillips Respons Rencana Trump Bidik Minyak Venezuela

Ameidyo Daud Nasution
4 Januari 2026, 14:11
venezuela, chevron, trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Lucy Nicholson/WSJ/cf
Lucy Nicholson Harga bahan bakar di atas 8 dolar diiklankan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar Chevron di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Senin (30/5/2022).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal AS akan mengelola cadangan minyak Venezuela usai militer Negeri Abang Sam menangkap Nicolas Maduro.

Saat ini, hanya satu perusahaan minyak dan gas bumi AS yang beroperasi di Venezuela yaitu Chevron. Mereka di bawah lisensi terbatas yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump dan disetujui Venezuela.

Dengan rencana Trump, maka ada potensi lebih banyak raksasa migas AS masuk ke Venezuela. Meski demikian, Chevron belum mau berkomentar banyak soal rencana tersebut.

"Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami,” kata juru bicara perusahaan pada Sabtu (3/1) dikutip dari CNBC.

Sedangkan raksasa migas lain dari AS, ConocoPhillips tengah memantau situasi Venezuela dan pengaruhnya terhadap stabilitas energi global.

"Masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang aktivitas bisnis atau investasi di masa depan." demikian keterangan resmi ConocoPhillips. Adapun, ExxonMobil belum memberikan komentar terkait situasi Venezuela.

Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa penggulingan Presiden Venezuela Nicolás Maduro akan membuka pintu bagi cadangan minyak negara yang sangat besar. Ia juga akan mendorong perusahaan migas AS masuk Venezuela.

“Kita akan membiarkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah," kata Trump pada konferensi pers hari Sabtu (3/1).

Dari data Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), cadangan minyak global mencapai 1,57 triliun barel pada 2024. Cadangan minyak paling banyak berada di wilayah Venezuela dengan volume 303,22 miliar barel atau setara 19% dari total cadangan global.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...