Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Dibayangi Kekhawatiran Kelebihan Pasokan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) Desember 2025 US$ 61,10 per barel. Angka ini turun US$ 1,73 per barel dari ICP November 2025 sebesar US$ 62,83 per barel.
Penetapan ICP ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025 tanggal 9 Januari 2025. ESDM menyebut penurunan ICP Desember ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
- Kekhawatiran pasar akan narasi "super glut" atau kelebihan pasokan,
- Kondisi oversupply minyak dunia yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat (AS) yang tinggi,
- Peningkatan produksi organisasi negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+)
- Proyeksi Badan Energi Internasional (IEA) terkait surplus stok 3,7-4 juta barel per hari (bph) di 2026, melebihi pada saat pandemi.
Selain itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman mengatakan faktor lain yang memengaruhi adalah risiko geopolitik Rusia-Ukraina. Kondisi ini berpotensi mereda pasca penawaran pembatalan aspirasi untuk bergabung dengan NATO oleh Ukraina. Tak hanya itu, pejabat Rusia juga menyampaikan adanya proyeksi kenaikan produksi minyak mencapai 10,54 juta bph pada tahun ini.
"Penurunan ICP bulan Desember juga disebabkan peningkatan suplai minyak dunia, di mana terdapat peningkatan produksi OPEC+ November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,065 ribu bph," kata Laode dalam siaran pers, dikutip Senin (19/1).
Sementara itu untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh crude throughput Cina. Jumlahnya turun sebesar 0,9% mom di bulan November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir.
Selanjutnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 mengalami penurunan sebagai berikut:
- Dated Brent turun sebesar US$ 0,95/barel dari US$ 63,65/barel menjadi US$ 62,70/barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar US$ 1,61/barel dari US$ 59,48/barel menjadi US$ 57,87/barel.
- Brent (ICE) turun sebesar US$ 2,02/barel dari US$ 63,66/barel menjadi US$ 61,64/barel.
- Basket OPEC turun sebesar US$ 2,61/barel dari US$ 64,46/barel menjadi US$ 61,85/barel.
- Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar US$ 1,73/barel dari US$ 62,83/barel menjadi US$ 61,10/barel.
