Pertamina akan Lepas 38 Bisnis Tahun Ini: IHC, Asuransi hingga Pelita Air

Mela Syaharani
11 Februari 2026, 16:16
Pertamina, Pelita Air, divestasi
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar
Pekerja melakukan pengisian Bioavtur Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke pesawat Pelita Air saat acara Special Flight Pertamina Sustainable Aviation Fuel di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (20/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina (Persero) berencana melepas 38 anak usaha sepanjang 2026. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyatakan, hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin agar badan usaha milik negara (BUMN) itu fokus pada bisnis utamanya.

“Ada 38 bisnis (yang dilepas), termasuk sekitar 12 perusahaan yang tergabung dalam grup rumah sakit IHC (Indonesia Health Corporation). Ini sudah mencapai kesepakatan terkait besaran nilainya,” kata Agung saat ditemui di Cilegon, Rabu (11/2).

Selain rumah sakit, Pertamina juga menargetkan untuk melepas usaha maskapai penerbangan Pelita Air tahun ini. Rencana ini sudah ditetapkan dalam rencana kegiatan anggaran pemerintah (RKAP) Danantara Asset Management.

“Pelita Air salah satunya, kemudian ada juga hotel-hotel yang menjadi bagian dari Patra Jasa,” ujarnya.

Pengelolaan hotel-hotel tersebut sedang dibahas bersama pengelola selanjutnya, yakni Grup Hotel Indonesia Nature di bawah Injourney. Tak hanya itu, bisnis asuransi juga termasuk salah satu bisnis yang akan dilepas Pertamina. Pengalihan kelola bisnis ini dibahas bersama IFG. 

Agung mencatat total keseluruhan perusahaan BUMN di Indonesia mencapai 1.044 unit. Dari jumlah tersebut, Pertamina memiliki 257 unit.

Sepanjang tahun lalu, BUMN sektor energi ini telah merampingkan formasi perusahaan. Saat ini, jumlah unit usaha Pertamina tersisa 242 perusahaan.

“Pada 2025 sampai sekarang sudah ada 15 unit usaha yang tidak lagi eksis sebagai entitas, baik itu melalui penggabungan maupun divestasi,” ucapnya.

Pelepasan Bisnis Dibahas Sejak Tahun Lalu

Rencana perampingan bisnis ini sudah diungkapkan Pertamina sejak September 2025. PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki penggabungan anak perusahaan mereka di bidang penerbangan, Pelita Air, dengan maskapai nasional Garuda Indonesia. 

Penggabungan ini akan berada di bawah koordinasi Danantara. Pertamina dan Garuda Indonesia merupakan dua perusahaan yang termasuk dalam badan usaha milik negara yang saat ini berada di bawah naungan Danantara.

“Kami akan gabungkan, atau clustering dengan perusahaan sejenis. Contohnya, untuk maskapai penerbangan kami sedang penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (12/9/25). 

Dia mengatakan penggabungan unit usaha dengan BUMN lain dilandasi oleh perusahaan yang ingin lebih fokus pada bisnis utama mereka di bidang minyak, gas bumi dan energi baru terbarukan.

“Kami melakukan optimasi proses bisnis di seluruh lini sehingga setiap aktivitas dapat berjalan lebih efisien dan efektif, untuk menjaga reputasi perusahaan dan memperkuat kepercayaan stakeholder,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...