Proyek Gas Abadi Blok Masela Ditargetkan Groundbreaking Sebelum Lebaran

Kamila Meilina
11 Februari 2026, 16:39
Blok Masela, Proyek Abadi, SKK Migas
Katadata/Ratna Iskana
Ilustrasi Proyek Abadi, Blok Masela.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan Proyek Abadi Masela yang dioperatori Inpex dapat melakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking, sebelum Lebaran tahun ini. 

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan, tahapan proyek ini segera memasuki babak baru dengan penyerahan sertifikat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah juga menargetkan produksi gas dari Blok Masela mulai berjalan pada 2030.

“Mudah-mudahan ini bisa groundbreaking juga sebelum Lebaran. Sekarang sedang persiapan untuk groundbreaking,” ujar Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2).

Djoko memaparkan, Blok Masela memiliki potensi produksi yang sangat besar. Blok ini diperkirakan menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD) serta kapasitas produksi gas mencapai 1.600 MMSCFD. 

Dari jumlah tersebut, 150 MMSCFD dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisanya akan diolah menjadi gas alam cair (LNG). 

“Nanti bisa berproduksi, Insyaallah di 2030 atau lebih cepat. Investasinya hampir US$ 21 miliar,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menargetkan keputusan akhir investasi (FID) Proyek LNG Abadi Blok Masela rampung awal 2026. Target ini maju dari yang sebelumnya dipatok 2027.

“FID yang kami harapkan bisa ditandatangani pada awal tahun depan,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas Djoko Siswanto dalam Peresmian Fase FEED Proyek LNG Abadi, pada Agustus lalu (28/8).

Inpex melalui anak usahanya, yakni Inpex Masela Ltd. memegang kendali sebagai operator di Proyek Abadi Masela dengan  kepemilikan saham. INPEX mengelola Lapangan Gas Abadi dengan partisipasi 65%, bersama mitra Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15%).

Proyek LNG Abadi mencakup pembangunan dua train likuifaksi LNG di darat dengan total kapasitas produksi sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), penyaluran gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD). 

Proyek Abadi Masela telah tertunda bertahun-tahun imbas perubahan perencanaan serta keluarnya Shell sebagai konsorsium pengelola. Posisi Shell kemudian digantikan oleh PT Pertamina Hulu Energi Masela dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd pada 2023.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...