Bahlil akan Gandeng Lebih Erat AS, Pangkas Impor Minyak dari Negara Lain?

Muhamad Fajar Riyandanu
19 Februari 2026, 19:44
minyak, bahlil, amerika serikat
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan pada konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi salah satu menteri yang ikut dalam rombongan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat. Bahlil mengatakan, pemerintah akan berkomunikasi untuk memperkuat kerja sama sektor energi dengan AS.

Bahlil mengatakan, kerja sama tersebut akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional dan mendukung ketahanan energi. "Prinsipnya adalah kemitraan yang saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan nasional," kata Bahlil pada Selasa (17/2) dikutip dari Antara.

Tahun lalu, Bahlil memberikan sinyal mengerek porsi impor minyak mentah, liquefied petroleum gas atau LPG hingga bahan bakar minyak alias BBM senilai US$ 10 miliar sampai dengan US$ 15 miliar dari AS.

Meski demikian, saat ini ia belum menyinggung hal tersebut. Dia hanya mengatakan, stabilitas ekonomi nasional hingga memperkuat daya saing akan menjadi fokusnya. "Kami akan pastikan setiap peluang kerja sama dapat mendukung ketahanan energi," kata Bahlil.

Pada 11 Februari lalu, Bahlil memberikan sinyal akan membeli produk minyak dari AS dengan nilai US$ 15 miliar. Rencana ini akan dibahas Prabowo dengan pemerintah AS pekan ini.

"Itu menjadi salah satu bagian yang akan menjadi pembahasan, termasuk beberapa kerja sama bilateral di sektor pertambangan," kata Bahlil pada 11 Februari lalu.

Sejak tahun lalu, Bahlil mengatakan peningkatan impor produk petroleum dari AS dilakukan dengan mengalihkan kuota impor dari negara lain. Dia mengatakan volume pembelian minyak dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara bakal dikurangi seiring rencana peningkatan impor dari Amerika Serikat.

“Tinggal dipindahkan saja ke Amerika Serikat. Itu tidak membebani APBN dan tak menambah kuota impor. Ini persoalan dagang, tidak ada kewajiban bahwa harus sama dengan yang sekarang,” kata Bahlil pada 17 April 2025.

Pemerintah juga berencana menaikan porsi impor LPG dari AS hingga 80%-85% untuk kebutuhan nasional. Menurut Bahlil, porsi impor LPG yang berasal dari Amerika Serikat saat ini masih berada di kisaran 54%.

Selain itu, pemerintah berencana menambah volume impor minyak mentah dari AS hingga 40% dari total kebutuhan dalam negeri. Menurut Bahlil, Indonesia baru membeli minyak mentah dari AS sekitar 4% untuk pemenuhan domestik.

Di sisi lain, Ketua Umum Golkar tersebut enggan menguraikan detail negara-negara yang terkena dampak pengalihan impor migas dari Amerika. Dia mengatakan hitung-hitungan tersebut masih dinegosiasikan oleh Tim Negosiasi dengan Pemerintah AS.

Adapun Presiden Prabowo Subianto telah berada di AS sejak 17 Februari waktu setempat. Ia dijadwalkan melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump.

Pertemuan difokuskan untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang.

Dalam penerbangan menuju AS kali ini, Prabowo didampingi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya.

Airlangga Hartarto, mengatakan salah satu agenda yang akan berlangsung yakni penandatanganan kesepakatan tarif dagang resiprokal alias agreement on reciprocal tariff (ART).  Ia menyampaikan bahwa Prabowo akan memperbarui perundingan Indonesia dengan AS. 

“Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” kata Airlangga setelah melangsungkan rapat tertutup dengan Prabowo di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (11/2).

Informasi serupa juga telah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia mengatakan Prabowo telah menerima undangan untuk menghadiri pertemuan negara anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...