Kepada Investor, Purbaya Janji Bereskan Hambatan di Proyek LNG Blok Masela
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang debottlenecking, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2). Agenda sidang kali ini berkaitan dengan proyek strategis nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Masela di Maluku.
Proyek yang digarap oleh Inpex Corporation Ltd itu sudah berjalan di tempat selama puluhan tahun. Sidang tersebut juga dihadiri President Director Indonesia Inpex Masela, Kenji Hasegawa; Project Director Inpex Masela, Jarrad Blinco; Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, dan; presiden direktur Petronas Indonesia.
Selain itu, juga hadir Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta sejumlah jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ATR, serta Kementerian Kehutanan. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyampaikan terima kasihnya kepada para pihak yang telah berinvestasi dalam proyek ini.
"Kami akan memastikan bahwa investasi dapat dilaksanakan tepat waktu dan kami akan menghilangkan semua hambatan yang Anda hadapi saat melaksanakan proyek ini,” kata menkeu saat menutup sidang.
Ia mengatakan, dalam sidang kali ini didapat kesimpulan akan melanjutkan proses perencanaan teknis awal front end engineering design (FEED), lalu memastikan groundbreaking kedua akan dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H. Purbaya pun memastikan pemerintah akan memantau proyek tersebut secara berkala.
Purbaya mengungkapkan, proyek ini sebenarnya telah lama dijalankan, namun mendapat hambatan berupa lambatnya izin dan hal lainnya. “Sebetulnya sudah lama kan proyek ini. Sebelumnya tuh keluarnya lambat sekali, izin segala macam,” kata dia.
Purbaya menuturkan, para investor di proyek tersebut bisa melapor pada satgas kapan pun secara reguler. Pemerintah, kata dia, akan memperlakukan mereka sebagai investor spesial.
“Di mana kalau ada hambatan datangnya ke sini (satgas), diberesinya di sini. Ini kan perwakilan pemerintah semua ya,” kata Purbaya.
Bendahara negara itu menargetkan, setidaknya proyek Onshore LNG Abadi Blok Masela sudah dapat beroperasi pada 2029. Ia menegaskan akan menghilangkan segala hambatan di sisi pemerintah untuk menyukseskan target tersebut.
“Saya sih kalau bisa 2029, sebelum 2029 sudah atau sudah kelihatanlah bangunan atau sudah hampir on land. Jadi gasnya sudah berproduksi. Jadi kita akan percepat semaksimal mungkin,” kata Purbaya.
