Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Tunggu Situasi Aman
Pertamina menyatakan hingga saat ini dua kapal milik anak usahanya, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS), masih tertahan di Teluk Persia dan belum keluar dari Selat Hormuz. Hal ini menanggapi beredarnya video AI yang memuat informasi hoaks bahwa kapal Pertamina telah diizinkan melewati selat tersebut.
Lokasi selat yang merupakan jalur vital pengiriman migas Timur Tengah ke pasar global tersebut berada di wilayah perang Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Iran telah memutuskan untuk menutup akses Selat Hormuz dan akan menyerang kapal yang melewati wilayah tersebut tanpa izin mereka.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan, dua kapal yang masih beroperasi di kawasan Timur Tengah adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
“Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman,” kata Vega dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (11/3).
Kapal Gamsunoro saat ini sedang melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
PIS Pantau Kondisi Armada dan Kru Kapal di Selat Hormuz
Dia menyebut kondisi kru dan kedua kapal tersebut dalam keadaan aman dan selamat. PIS terus memantau secara intensif 24 jam secara real-time terhadap seluruh posisi armada dan kru.
“Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa,” ujarnya.
Sebelumnya, beredar video di akun Pejabat @B4n6_H4n5 di media sosial X yang menunjukkan kru kapal Indonesia sedang berkomunikasi dengan penjaga pantai Iran. Dalam video yang diunggah pada Selasa (10/3) tersebut, dinarasikan kapal tanker Indonesia itu akhirnya diberi izin untuk melewati Selat Hormuz. Namun, manajemen Pertamina International Shipping memastikan video tersebut hoaks.
Berdasarkan catatan Katadata, terdapat empat kapal milik Pertamina yang berada di Timur Tengah saat perang Iran dengan AS dan Israel meletus akhir bulan lalu, yaitu:
- Kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak
- Kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi
- Kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab (UAE)
- Kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.
“Dari empat unit kapal milik PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” ucapnya.
