Terganggu Perang, Saudi Aramco Kurangi Ekspor ke Asia selama April

Ade Rosman
24 Maret 2026, 17:55
Saudi Aramco
Katadata
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Eksportir minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli di Asia untuk April 2026. Pengurangan ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas nasional milik Arab Saudi tersebut. 

Pengurangan ini karena dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang mengganggu perdagangan melalui Selat Hormuz. 

Melansir Reuters, tiga sumber mengatakan pada April, produsen hanya memasok minyak mentah Arab Light yang diekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah kepada pelanggan jangka panjang, sehingga pasokan ke kilang-kilang di Asia tetap ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka.

“Saudi Aramco terus memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan jalur ekspor alternatif melalui Yanbu sebagai respons terhadap kondisi regional yang terus berubah,” bunyi keterangan Aramco, mengutip Reuters, Selasa (24/3).

Arab Saudi telah mengekspor 4,36 juta barel minyak mentah per hari sepanjang Maret 2026, menurut data dari perusahaan analisis Kpler. Angka ini turun dari 7,11 juta barel per hari pada Februari 2026.

Di sisi lain, Saudi Aramco berupaya meningkatkan ekspor minyak mentah melalui Yanbu untuk mengimbangi gangguan di Selat Hormuz, dengan muatan diperkirakan meningkat hingga volume tertinggi pada Maret. 

Kilang minyak terbesar di China, Sinopec dijadwalkan akan memuat sekitar 24 juta barel minyak mentah Saudi dari Yanbu pada Maret 2026.

Aktivitas bongkar muat minyak di pelabuhan Yanbu pun sempat terganggu beberapa hari lalu, setelah sebuah drone jatuh di kilang SAMREF milik Saudi Aramco.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Reza Pahlevi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...